Tanyai Poktan, Bupati Ungkap Program Cetak Sawah Gagal

595

PROGRES.id, CURUP – Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi mengungkap bahwa program cetak sawah baru hingga ratusan hektar di Rejang Lebong gagal. Ini diketahui Hijazi usai menanyai Kelompok Tani (Poktan) pada sebuah acara saat sesi tanya jawab dengan Poktan binaan Dinas Pertanian Rejang Lebong.

Saat itu Hijazi menanyakan secara langsung kepada anggota Poktan untuk menyebut lokasi cetak sawah oleh Dinas Pertanian RL.

“Tolong sebutkan lokasi sawah yang dicetak oleh Dinas Pertanian Rejang Lebong? Di mana saja yang bapak-bapak ketahui? Karena terus terus terang kita ingin mengetahui apakah program cetak sawah ini berjalan atau tidak,” tanya HIjazi disela-sela sesi tanya jawab dalam kegiatan gerakan tanam padi serentak se-Provinsi Bengkulu yang dibuka resmi oleh Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti di Kelurahan Cawang Lama Kecamatan Selupu Rejang, Selasa siang (5/4/2016).

Setidaknya ada 2 orang perwakilan Gapoktan Kelurahan Cawang Lama yang mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Namun, kedua jawaban anggota Poktan tersebut tidak memuaskan dan justru membuat Hijazi terkejut lantaran mengatahui program cetak sawah yang dilaksanakan di Dinas Pertanian tepatnya di Desa Air Duku seluas 112 hektar dan 290 hektar di Kecamatan Bermani Ulu Raya sampai saat ini tidak bisa difungsikan karena sarana pendukung sumber aliran air yang tidak ada.

“Setahu kami sudah dilaksanakan dan sawahnya sudah dibuat tapi yang jadi masalah hingga kini sebagian sawah tidak ada airnya sehingga tidak bisa difungsikan,” jawab Trio anggota Poktan Mekar Sari Desa Kayu Manis.

Mendapati jawaban yang tidak mengenakkan tersebut, Hijazi langsung memanggil Kepala Dinas Pertanian yang dijabat Pelaksana Tugas Kadistan, A. Roni.

Roni menjawab bahwa benar program cetak sawah tepatnya di Air Duku sudah dilaksanakan namun sumber air untuk mengaliri sawah tersebut tidak jalan karena lokasi cetak sawahnya berada di atas sumber mata air.

“Ya pak sebagian belum bisa difungsikan,” jawab Roni.

Jawaban tersebut membuat Hijazi sedikit kecewa atas program cetak sawah selama ini dinilai kurang perencanaan yang matang. Untuk itu dia meminta kepada pihak terkait untuk nantinya bila ada item kegiatan program cetak sawah baru maka harus direncanakan dengan baik.

“Jangan memaksakan diri membuat cetak sawah tanpa mempertimbangkan sarana pendukungnya,” tegas Hijazi.(pid)

Facebook Comments
BAGIKAN

LEAVE A REPLY