Bunga KUR Tetap 9 Persen, Pemerintah Prioritaskan Penyaluran ke Sektor Produksi

296
Pandai Besi Kabupaten Kepahiang, Bengkulu/ Foto: Dewa Syofiani

PROGRES.ID, JAKARTA- Pemerintah menetapkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2017 tetap 9 persen. Padahal, sebelumnya bunga KUR tahun ini dikabarkan bakal turun menjadi 7 persen.

Meski demikian, pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp110 triliun, atau naik sekitar 10 persen dari tahun lalu, Rp100 triliun.

Seperti yang dirilis oleh CNN, Deputi I Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, pemerintah berharap penyaluran KUR tahun ini bisa lebih banyak ke sektor produksi sambil tetap menjaga aspek prudensial. Pasalnya, tahun 2016, sekitar 66 persen penyaluran KUR disalurkan ke sektor perdagangan.

Setidaknya, porsi KUR ke sektor produksi bisa mencapai 40 persen atau lebih besar dari porsi tahun lalu yang hanya ada di kisaran 17 persen.

“Kita ingin mendorong penyaluran ke sektor pertanian, ke sektor produksi perikanan, supaya ekonomi mereka itu bisa menggeliat. Itu tujuan kita supaya ekonomi kerakyatan yang kita dengung-dengungkan itu bisa kita percepat pencapaiannya,” ujarnya, Jumat (20/1/2017).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meningkatkan subsidi kredit usaha rakyat (KUR), terutama tahun depan. Peningkatan kredit diutamakan dalam sektor produktif bukan konsumtif.

Seperti pemberian kredit kepada petani untuk membeli pupuk, benih, dan bibit. Kemudian, kredit bagi nelayan untuk membeli jaring dan kapal.

Sementara itu, Jokowi juga menegaskan kepada perbankan untuk lebih aktif mensosialisasikan kredit kepada rakyat kecil. Edukasi juga dinilai penting, mulai dari pembukuan sederhana uang masuk dan keluar.

“Harus aktif membimbing dan mengawal mereka agar lebih produktif dan kesejahteraan meningkat,” tuturnya. (dsy)

Facebook Comments
BAGIKAN

LEAVE A REPLY