Jokowi Wacanakan Indonesia Serba Syariah

279
Jokowi
Presiden Joko Widodo | Foto: www.institutionalinvestor.com

PROGRES.ID, JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji rencana dijadikanya Jakarta sebagai pusat keuangan syariah internasional. Hal tersebut dinilai wajar karena Indonesia negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim.

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di Indonesia wajar apabila sebetulnya Jakarta ini kita jadikan pusat keuangan syariah internasional,” ungkap Presiden Joko WIdodo (Jokowi) saat bertemu dengan para pemangku kepentingan atau stakeholder dari sukuk negara di Istana Negara, Jakarta dikutip dari Detik, Jumat (23/12/2016).

Sebuah potensi besar untuk mendorong pertumbuhan keuangan syariah di dalam negeri. Jokowi menjelaskan, bukan hanya soal keuangan syariah saja, karena banyak hal lain yang perlu dikembangkan seperti bank syariah, asuransi syariah, wisata syariah, restoran halal, dan industri syariah.

“Karena memang potensi pasarnya kita terbesar di dunia dengan penduduk muslimnya kenapa ini tidak menjadi fokus dan perhatian kita ini akan menjadi trigger kepada pertumbuhan ekonomi di negara kita dan juga untuk menghilangkan isu-isu yang berkembang sekarang ini,” tegas Jokowi.

Tercatat sampai dengan 30 November 2016, sukuk yang sudah diterbitkan mencapai US$ 10,15 miliar. Investor sukuk negara sebanyak 48.444 investor atau dengan porsi 5%. Sementara Malaysia, porsinya sudah mencapai 30%. Inggris dan Korea Selatan juga masih lebih baik.

“Menurut saya sangat bagus sekali oleh sebab itu saya ingin saya rasa sudah beberapa kali saya sampaikan ekonomi syariah di negara kita yang saat ini persentasenya masih sangat kecil sekali masih kurang lebih 5%,” ujarnya. (dsy)

Facebook Comments
BAGIKAN

LEAVE A REPLY