Standard Chartered Libatkan 2.500 Nasabah Bahas Investasi Sikapi Perubahan Ekonomi

334
WOW Standard Chartered Bank Shari-La Hotel
(Kiri ke kanan): Senior Economist Standard Chartered Indonesia Aldian Taloputra, Regional Branch Manager, East, Standard Chartered Indonesia Sandra Santoso, Standard Chartered Indonesia Country Head of Retail Banking Lanny Hendra (dua dari kanan), serta Executive Director & Country Head of Wealth Management Bambang Simarno berbincang-bincang usai peluncuran dua layanan baru di sela-sela penyelenggaraan seminar keuangan tahunan bertajuk “Wealth-on-Wealth 2017” di Surabaya kemarin (7/2).

PROGRES.ID, SURABAYA – Standard Chartered Bank mengajak nasabahnya untuk mampu berinvestasi ditengah perubahan ekonomi global mau pun regional. Melalui acara seminar “Wealth-on-Wealth (WOW)” Standard Chartered membahas ini bersama 2.500 nasabahnya di Surabaya.

“Standard Chartered telah menggelar acara seminar “Wealth-on-Wealth (WOW)” ini selama 13 tahun untuk memberikan pandangan-pandangan terkait kepada para nasabah dalam memandu pasar finansial global. Sekitar satu decade terakhir ini, lansekap ekonomi dan politik global telah bergeser secara nyata. Namun dimana terdapat tantangan, di situ pula terdapat kesempatan. Kami berkomitmen untuk terus memberikan produk-produk keuangan yang inovatif serta pandangan-pandangan yang bermanfaat bagi penentuan strategi investasi para nasabah,” ujar Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro melalui press release yang diterima Progres.id, Jumat (10/2/2017).

Pada penyelenggaraan WOW yang ke-13 mengambil tema utama “2017: The Year of the #Pivot?”, di 4 kota termasuk Bandung, Jakarta dan Medan pada bulan ini. Acara ini mendiskusikan berbagai tema investasi untuk memandu nasabah dalam menyikapi perubahan ekonomi global dan regional di sepanjang tahun.

Phillip J. Vermonte, selaku Executive Director dari Pusat Strategi dan Studi Internasional (Centre for Strategic and International Studies/CSIS), serta ekonom senior Standard Chartered Bank untuk Indonesia Aldian Taloputra yang menjadi narasumber memberikan perspektif ekonomi dan politik yang akan mewarnai tahun 2017. Sementara itu, Presiden Direktur PT Schroders Investment Management Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi akan berbagi pandangan terkait tren investasi di sepanjang tahun.

Menyikapi adanya ketidakpastian di peta ekonomi global, para investor perlu mempertimbangkan terjadinya kemungkinan atas perubahan dan perkembangan skenario dalam perencanaan investasi mereka. Sentimen ini tercermin dalam tema ‘”pivot?” Standard Chartered’s, yang dipandu 3 simbol, yakni:

“#” merupakan simbol dari perubahan cepat yang terjadi di dunia, dimana baik informasi maupun penerimaan informasi yang salah sama-sama terjadi dalam waktu yang cepat dan berpotensi untuk mempercepat terjadinya tren;

“Pivot” mencerminkan bagaimana para investor dapat memetik manfaat dengan dimana satu kaki menjejak kuat di kelas asset di lingkungan pertumbuhan structural yang lambat dengan inflasi rendah, sementara kiki lain melangkah maju dalam skenario pemulihan menuju pertumbuhan dan inflasi;

Penggunaan simbol “?” mencerminkan ketidakpastian yang mungkin terjadi walaupun terdapat panduan yang jelas, kecepatan, serta implikasi yang terbuka terhadap terjadinya perdebatan yang signifikan, khususnya dalam jangka yang pendek.

Aldian Taloputra mengatakan ada empat poros utama yang mempegaruhi ketidakpastian ekonomi.

“Beberapa ketidakpastian diprediksi akan masih berlangsung di tahun ini, walaupun terdapat empat poros utama yaitu adanya perubahan dalam penggunaan kebijakan fiskal, adanya lingkungan yang lebih positif, adanya peningkatan proteksi, serta adanya peningkatan multi-polaritas. Oleh karena itu, para investor perlu mempertimbangkan pendekatan berdasarkan skenario dalam menyusun profil investasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini diperkirakan akan lebih baik bila dibandingkan dengan tahun 2016, dimana akan lebih banyak lagi kesempatan untuk diraih,” ujar Aldian masih seperti yang ditulis dalam press release Standard Chartered.

Sementara itu, Country Head of Retail Banking Standard Chartered Bank Indonesia Lanny Hendra menambahkan bahwa setiap nasabah memiliki perubahan prioritas keuangan setiap tahun sesuai kebutuhan.

“Sebagai bagian dari aspirasi kami menjadi Bank Internasional Terbaik di Indonesia, komitmen kami dalam memandu para nasabah atas pilihan-pilihan investasi mereka, merupakan prioritas utama kami dan tercermin dalam strategi kami. Kami memahami para nasabah memiliki perubahan prioritas keuangan setiap tahun sesuai kebutuhan mereka, dan kami bangga memiliki serangkaian produk dan layanan perbankan kelas dunia yang dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka di setiap tahapan kehidupan,” papar Lanny.(pid/rls)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY