Airlangga Hartarto dan Pro Kontra Rangkap Jabatan

by 48 tahun ago
Featured Politik 0   35 views 0

PROGRES.ID, JAKARTA – Rapat pleno Partai Golkar telah memutuskan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Ia dipilih setelah setelah jabatan Ketum Golkar yang diisi Setya Novanto kosong setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek KTP-el dan ditahan KPK.

Kemudian muncul pro dan kontra terkait terjadinya rangkap jabatan pada Airlangga Hartanto sebagai menteri dan Ketum Partai Golkar. Sebagian mendesak agar Airlangga mundur dari jabatan menteri, sebagian lagi meminta Airlangga tetap bertahan.

Partai Perindo pun menyarankan agar Airlangga mundur dari jabatan menteri perindustrian. Seperti diungkapkan Ketua Bidang Energi dan Perindustrian Partai Perindo Hendrik Kawilarang Luntungan, yang ditulis TribunNews, Senin (11/12/2017).

Hendrik menilai akan terjadi vacuum of power dalam kementerian itu jika Airlangga mempertahankan jabatan menterinya.

“Kita harus memaknai bahwa jabatan menteri adalah sebuah amanah rakyat yang diwujudkan dalam bentuk penugasan Presiden. Sebaiknya jika ada menteri yang ingin maju dalam kontestasi ketua umum partai politik, izin mengundurkan diri dari jabatannya,” kata Hendrik dikutip dari TribunNews.com.

Hendrik mengkhawatirkan momentum pertumbuhan ekonomi yang sedang menggelliat pada arah positif tidak dapat dirasakan sektor industri, jika sang menteri akan lebih fokus dengan urusan kontestasi internal partai.

“Tentu hal ini akan sangat terkait dengan isu reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Jokowi dengan segera. Pilihannya adalah, secara terhormat Menteri Airlangga mengundurkan diri dan fokus dengan kontestasi internal Partai Golkar, atau Presiden Jokowi memasukkan Kementrian Perindustrian sebagai daftar Menteri yang di reshuffle,” tegasnya.

Pada berita berbeda, TribunNews juga melansir berita berjudul “Kader Golkar Aceh: Jadi Ketua Umum Airlangga Hartarto tak Perlu Mundur dari Menteri.” Pada berita itu, Fungsionaris Partai Golkar, Marzuki Daud mengatakan, Airlangga Hartarto tidak perlu mundur dari jabatannya.

“Tidak perlu mundur dari jabatan sebagai menteri, karena menjadi ketua umum partai. Saya yakin Airlangga Hartarto akan mulus terpilih dalam Munas Partai Golkar nanti,” kata Marzuki Daud, Sabtu (16/12/2017).(pid)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *