Alat Rusak dan Gangguan Jaringan Perlambat Cetak e-KTP

April 9, 2018
Featured Rejang Lebong 0   100 views 0

PROGRES.ID, REJANG LEBONG – Banyak sarana atau peralatan yang rusak dan gangguan jaringan menjadi penyebab utama dalam pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP atau KTP-el) di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Kepala Bidang pelayanan pendaftaran penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Rejang Lebong, Mei Susanti mengatakan tahun 2012 di 15 kecamatan semua peralatan e- KTP semuanya masih berfungsi sehingga mempermudah masyarakat untuk proses pembuatan KTP.

Namun saat ini hanya tiga kecamtan yang masih berfungsi yakni kecamatan Curup, Curup Tengah dan kecamatan Curup Selatan.

“Disamping keterbatasan alat perekam data, juga akibat jaringan lemot. Selain itu printer yang berada di dinas Dukcapil hanya ada dua unit. Sehingga membuat pencetakan terbatas,” papar Mei Susanti saat ditemuai PROGRES.ID, Senin (9/4/2018) di ruang kerjanya.

“Setiap hari kami hanya mampu mencetak sebanyak 100 e-KTP itu pun jika jaringannya lancar,” lanjut Mei Susanti.

Untuk itu, dia mengharap agar masyarakat yang ingin membuat KTP supaya bersabar. Bagi pemula yang akan membuat KTP harus menunggu waktu dua minggu. Sedangkan untuk mengganti karena pindah domisili atau ada data yang berubah perlu waktu agak lama terkadang yang bersangkutan memberikan data tidak valid atau berbeda dengan data di pusat.

Kabid Dukcapil

Mei Susanti | Foto: Hasan Basri/PROGRES.ID

Salah seorang warga Kelurahan Talang Rimbo Lama, Ratna Ningsi mengaku dirinya sejak tahun 2017 lalu sudah merekam data secara offline akan tetapi hingga Maret 2018 belum juga bisa melakukan pencetakan.

“Saya sejak tahun 2017 sudah rekam data namun belum bisa mendapatkan e- KTP. Seterusnya dua minggu lalu saya datang lagi dengan rekam data secara online dan akhinya pagi tadi KTPnya sudah bisa diambil,” terangnya.(asb)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.