Harga Cabai Semakin Turun, Diperkirakan Akan Mencapai 15 ribu per Kilo

254
Harga cabai rawit merah diperkirakan akan terus terun | Foto : Tahuberita

PROGRES.ID, JAKARTA – Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur terus menunjukkan indikasi penurunan. Harga cabai rawit merah yang sempat mencapai Rp 130.000/kg kini sudah turun menjadi Rp 80.000/kg.

Para konsumen tentunya gembira dengan adanya penurunan harga tersebut. Namun di satu sisi jika penurunan harga terus terjadi berpotensi menimbulkan kerugian bagi para petani.

Melansir DetikFinance, menurut salah satu Bandar Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Diky Alamsyah, penurunan harga tersebut lantaran pasokan cabai dari daerah mulai berlimpah. Sehingga pasokan yang ada mulai meredam pedasnya harga cabai.

“3 daerah daerah sudah bisa menyuplai seperti Blitar, Jawa Tengah dan Tuban. Tapi Garut juga mulai banyak juga. Harga turun setiap hari entah Rp 10.000 atau Rp 5.000. Kadang naik Rp 10.000, tapi secara grafik terus turun,” imbuhnya.

Diky mengaku tidak bisa memprediksi sampai kapan penurunan harga cabai akan terjadi, namun jika dilihat dari grafik, penurunan harga belum mencapai titik terendahnya. Apalagi ada beberapa daerah yang juga mulai memasuki masa panen. Sehingga masih akan ada tambahan pasokan yang membuat harga terus turun.

“Di awal bulan April mulai masuk dari Sulawesi. Garut mulai banyak. Saya tidak bisa predisksi, tapi kalau dilihat secara grafik terus turun. Namun untuk sentra-sentra panen cabai mereka menutupi kebutuhan di daerahnya dulu baru di lempar ke Jakarta,” tandasnya

Diperkirakan Akan Turun Hingga 15 Ribu Per Kilo

Masih dari DetikFinance, Sekretaris Jenderal Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid memprediksi penurunan harga cabai akan terus terjadi hingga Juni mendatang.

“Penurunan bisa sampai bulan puasa. Ini justru yang saya khawatirkan. Kalau terlalu murah petani bisa merugi,” tuturnya.

Hamid menjelaskan, untuk harga saat ini di level Rp 80.000/kg para petani masih bisa meraup keuntungan yang lumayan. Sebab harga jual di petani sebesar Rp 65.000/kg dengan modal produksi saat kondisi normal sekitar Rp 8.000-9.000/kg.

Namun dia perkirakan penurunan harga akan terus terjadi dengan posisi harga jual terendah di level Rp 15.000/kg. Hal itu lantaran masih ada beberapa wilayah yang mulai memasuki masa panen. Belum lagi banyak petani cabai kriting yang beralih menanam cabai rawit merah lantaran tergiur keuntungan saat harganya masih melambung tinggi.

“Harga Rp 15.000/kg itu bisa saja terjadi, itu harga eceran loh. Ini yang saya khawatirkan. Semakin banyak yang tanam pada saat panen jadi berlimpah, otomatis jadi murah lagi harganya,” imbuhnya.

Untuk itu dirinya berharap pemerintah bisa menjaga harga rawit merah di level normal yakni di kisaran Rp 30.000/kg. Dengan begitu konsumen dan petani bisa sama-sama diuntungkan.

“Sebenaranya masalah cabai ini baik mahal atau murah yang penting dikelola tata informasinya dengan baik. Informasi stok di pedagangnya bukan di gudang. Sekarangkan belum akurat. Dengan begitu harga bisa dijaga di level normal,” tandasnya. (dsy)

Facebook Comments
BAGIKAN

LEAVE A REPLY