Komoditas Sawit Indonesia Terancam Pasca Keluarnya Resolusi Parlemen Uni Eropa

240
Kelapa Sawit/ Foto: Pabrikpupu.com

PROGRES.ID, JAKARTA- Para eksportir kelapa sawit Indonesia tengah menghadapi masalah setelah keluarnya resolusi dari Parlemen Uni Eropa yang menyebutkan produk kelapa sawit Indonesia mengakibatkan deforestasi, pelanggaran HAM, korupsi, pekerja anak, dan penghilangan hak masyarakat adat lewat resolusi yang dikeluarkan Parlemen Uni Eropa (UE).

Dilansir DetikFinance, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono memandang, resolusi

tersebut sebenarnya tidak memiliki dampak secara jangka pendek bagi industri kelapa sawit di Indonesia. Namun jika dilihat secara jangka panjang cukup berpengaruh sebab hal itu sama saja memberikan cap buruk bagi produk kelapa sawit Indonesia di mata dunia.

“Ini nuansanya politis, ada perang kepentingan dagang, proteksionisme. Karena tindakan diskriminasi menurut saya bisa berdampak jangka panjang. Terjadi stigmatisasi bahwa kelapa sawit seolah-olah tidak baik,” tuturnya Minggu, (16/4/2017).

Menurut catatan, Joko melanjutkan rata-rata ekspor sawit Indonesia ke Eropa sebesar 3,5 juta ton per tahun dari total rata-rata ekspor ke seluruh dunia sebesar 26 juta ton. Dan negara yang paling besar menyerap produk kelapa sawit Indonesia adalah India dengan rata-rata per tahunnya sebesar 5,7 juta ton. Kemudian China 3 juta ton lebih dan Pakistan sekitar 2 juta juta ton.

Meski demikian, Joko berharap Pemerintah Indonesia tetap memperjuangkan nasib kelapa sawit Indonesia di Eropa. Sebab hal itu menyangkut citra dari salah satu komoditas unggulan RI. (dsy)

Facebook Comments
BAGIKAN

LEAVE A REPLY