Korea Utara Eksekusi Mati Lima Pejabat Senior Dengan Senjata Anti Pesawat

371
Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir rutin menghukum mati para pejabatnya dengan beragam alasan | Foto : Koreaboo

PROGRES.ID, SEOUL – Pemerintah Korea Utara (Korut) kembali mengeksekusi mati para pejabatnya. Sedikitnya lima pejabat keamanan Korut dieksekusi mati dengan senjata anti pesawat.

Diwartakan USA Today, Senin (27/2/2017), kelima pejabat senior tersebut dieksekusi, karena menerbitkan laporan palsu yang menyulut kemarahan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un. Kabar tersebut disampaikan oleh Badan Intelijen Korea Selatan (Korsel) NIS dalam rapat terbatas yang berlangsung tertutup dengan legislator di Seoul. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut kapan eksekusi mati itu dilakukan.

Senjata anti pesawat ZPU-4 yang biasa dipakai otoritas Korea Utara untuk eksekusi | Foto : Wikimedia

Belum diketahui dengan jelas laporan palsu apa yang membuat marah Kim Jong-un. Tapi kuat dugaan, laporan tersebut berkaitan dengan pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un, yang tewas diracun di Malaysia pada 13 Februari 2017.

Baca : Kim Jong Nam Tewas Akibat Zat Saraf VX, Gas Saraf Paling Beracun

Penyelidikan atas kematian Jong Nam masih terus berlangsung, tetapi Korsel mengatakan pihaknya yakin Kim Jong Un memerintahkan pembunuhan itu.

Salah seorang anggota parlemen Korsel, Legislator Lee Cheol-woo mengatakan kelima orang tersebut bekerja di Kementerian Keamanan Dalam Negeri yang sebelumnya dipimpin oleh Kim Won-hong yang dipecat pada Januari. Won-hong dipecat di tengah dugaan maraknya kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Dalam kesempatan yang sama, Badan Intelijen Korsel juga mengungkapkan informasi lain terkait tewasnya Kim Jong Nam. NIS menyebutkan empat dari delapan orang terduga pelaku pembunuhan Kim Jong-nam bekerja di Kementerian Keamanan Negara. Sementara dua orang lainnya diketahui bekerja di Kementerian Luar Negeri. Sayangnya, identitas enam orang tersebut tidak diungkap.

Namun, dilansir Kompas (1/3), selama ini pihak intelijen Korsel mempunyai prestasi yang kurang sempurna ketika melaporkan peristiwa tingkat tinggi di Korut yang terkenal otoriter dan tertutup itu.

Seperti diketahui, Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir rutin menghukum mati para pejabatnya dengan beragam alasan. Pejabat senior Kementerian Pendidikan Korut, Ri Yong-jin, ditembak mati pada Agustus 2016 karena tertidur saat rapat yang dipimpin Kim Jong-un. Sementara Menteri Pertanian Hwang Min dieksekusi karena rencana kebijakan yang dianggap mengancam pemerintahan diktator muda itu.(dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY