Menghina Rupiah Sama Saja Menghina Indonesia

286
Nasabah menukarkan uang kertas rupiah pecahan lama ke pecahan baru tahun emisi 2016 di Kantor Perwakilan/ Foto: Republika

PROGRES.ID, JAKARTA- Rupiah merupakan simbol kedaulatan bangsa dan negara. Karenanya, mencintai rupiah merupakan salah satu wujud kecintaan seorang warga negara terhadap kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo kepada Bank Indonesia (BI) Senin, (19/12/16) bahwa bentuk kecintaan terhadap rupiah, bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Misalnya, dengan bertransaksi menggunakan rupiah di wilayah Indonesia maupun menabung dalam denominasi rupiah. Karenanya, ketersediaan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Indonesia menjadi penting.

“Dan saya rasa penting kalau kita cinta rupiah, kita tidak akan menyebar gosip aneh dan kabar bohong tentang rupiah. Karena menghina rupiah sama saja dengan menghina Indonesia. Rupiah tidak akan diganti dan tidak akan tergantikan,” ujarnya di Gedung BI dikutip dari CNN.

Jokowi meminta BI, industri perbankan, dan aparat keamanan untuk lebih meningkatkan pendistribusian uang rupiah di wilayah-wilayah terpencil dan perbatasan Indonesia.

Sementara itu, Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menyadari pentingnya pendistribusian rupiah ke seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, Agus telah meminta 33 Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia untuk meningkatkan upaya peredaran uang.

“Jumlah uang yang diedarkan dibanding tahun lalu naik 2 kali lipat dan kami gunakan semua moda transportasi. Jadi kami harapkan rupiah bisa kami edarkan dengan baik di seluruh pelosok Indonesia,” ujarnya. (dsy)

Facebook Comments
BAGIKAN

LEAVE A REPLY