Meski Dilarang Hakim Federal, Instruksi Pembuat Senjata 3D Mulai Dijual

Agustus 29, 2018
Featured Internasional 0   82 views 0

PROGRES.ID – Pemilik perusahaan pembuatĀ instruksi senjata 3 Dimensi yang berbasis di Texas, mengatakan sudah mulai menjual instruksi untuk membuat senjata-senjata itu, meski pengadilan sudah melarangnya mengunggah instruksi itu di internet.

Cody Wilson dalam konferensi pers mengatakan mulai menjual instruksi itu Selasa (28/8) pagi dan sudah mendapat hampir 400 pesanan. Ia mengatakan pelanggannya bisa menentukan harganya sendiri dan ia akan menjual instruksi itu paling murah seharga satu penny atau sekitar 1.500 rupiah bagi siapa saja di Amerika yang menginginkannya.

Wilson berbicara sehari setelah seorang hakim federal melarangnya merilis instruksi pembuatan senjata cetak 3D untuk diunduh, sampai gugatan terhadapnya diselesaikan.

senjata 3 dimensi

Cody Wilson, dari Defense Distributed, menunjukkan pistol cetak 3 Dimensi yang dinamakan ‘Liberator’ di tokonya di Austin, Texas, 1 Agustus 2018 (Foto: AP via VOA Indonesia)

Sembilan belas negara bagian dan District of Columbia ingin penyelesaian yang dicapai Departemen Luar Negeri dengan perusahaan Wilson yang berbasis di Austin, Defense Distributed, dihentikan setelah Deplu mencabut instruksi pembuatan senjata 3D itu dari daftar senjata atau data teknis yang tidak diizinkan untuk diekspor.

Negara-negara bagian berpendapat bahwa akses online ke senjata plastik yang tidak terdeteksi akan menimbulkan risiko keamanan dan bisa dimiliki oleh penjahat atau teroris.

Tapi Wilson yakin putusan itu memungkinkannya menjual instruksinya meskipun ia tidak bisa mengunggah di internet secara bebas, untuk pendistribusian yang luas.

Jaksa Agung Washington, Bob Ferguson, yang kantornya mengawasi gugatan federal, Selasa, mengatakan putusan hakim itu membuat tindakan terakhir Wilson ilegal.

“Karena gugatan kami, maka sekali lagi mengunggah file-file senjata yang bisa diunduh di internet adalah ilegal. Saya yakin pemerintah federal akan menahan Cody Wilson, seorang yang menyebut dirinya ‘anarkis kripto’ agar diadili” kata Ferguson. “Jika tidak, Presiden Trump akan bertanggung jawab atas siapa saja yang cedera atau tewas karena senjata-senjata ini”.[my]

Sumber: VOA Indonesia

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.