Motor Listrik Roda Tiga Yang Belakangan Jadi Perbincangan

258
Sepeda listrik roda tiga berwarna silver milik Dwi Ari Sutanti, warga Ngoresan, Jebres, Solo | Foto : Kompas

PROGRES.ID, SOLO – Sepeda listrik roda tiga berwarna silver milik Dwi Ari Sutanti, warga Ngoresan, Jebres, Solo, menjadi perbincangan masyarakat luas. Foto Dwi mengendarai sepeda listrik itu sempat viral dan mengundang penasaran para netizen.

Dikutip dari Kompas (25/3/2017), Menurut Dwi, kendaraan bernama Motec 3 Tiger itu merupakan sepeda listrik dan tentu tidak sekencang kendaraan mesin.

Dwi mengaku membeli kendaraan tersebut karena ingin lebih aman saat berkendara daripada dengan kendaraan roda dua.

“Mungkin karena sudah tidak muda lagi, Mas. Jadi saya kurang gesit saat mengendarai roda dua. Lalu saya dibantu anak saya mencari informasi tentang sepeda listrik, tapi kok justru nemu sepeda yang seperti itu (roda tiga). Lalu beberapa kali saya minta tolong anak saya untuk memastikan apakah benar ada atau hanya iseng,” kata Dwi, Jumat (24/3/2017).

Setelah itu, sekitar enam bulan lalu, Dwi mendapatkan informasi bahwa salah satu diler di Surabaya menjual kendaraan yang diinginkan. Dwi lalu meminta tolong kepada anaknya untuk memastikan lebih lanjut.

“Awalnya saya kikuk karena tidak terbiasa saja mungkin, tapi tidak butuh waktu lama saya bisa menjalankannya. Saya pakai hanya pergi ke pasar atau ke tempat yang jaraknya tidak jauh. Itu kan hanya aki, jadi harus mempertimbangkan jumlah beban, medan jalan dan jaraknya, agar tidak kehabisan saat di jalan,” katanya.

Dwi menambahkan bahwa dari keterangan pihak diler, suku cadangnya didatangkan dari luar negeri, tetapi dirakit di Surabaya. Dia membelinya dengan harga Rp 39 juta.

Bertenaga Lima Buah Aki Kering

Sepeda listrik roda tiga ini memiliki panjang 200 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 160 cm dengan bobot 100 kilogram.

Moda ini bergerak dengan memanfaatkan lima buah aki kering 60V-20 A. Aki ukuran 12 Volt-12Ah. Setiap lima jam sekali aki harus dicharge .

“Saya sedikit modifikasi, saya tambahkan satu aki lagi untuk cadangan apabila habis di tengah jalan mas,” katanya.

Saat membeli kendaraan tersebut, Dwi tidak memperoleh surat kendaraan seperti STNK atau BPKB, atau pelat nomor.

“Saya sempat dihentikan Pak Polisi, lalu juga dimintai surat-suratnya. Lalu saya bilang, dari tokonya tidak ada surat-suratnya. Waktu itu petugas hanya berpesan untuk berhati-hati,” tutur Dwi.

Kesan pertama menaiki kendaraan ini memang sepeti naik bemo, tetapi suaranya tidak bising. Naik sepeda motor listrik berkabin tersebut terasa santai dan nyaman dibandingkan saat mengendarai roda dua, terutama untuk mereka yang berada di kabin penumpang, meskipun kadang terasa gerah jika jendela ditutup.

Berikut video terkait sepeda listrik roda tiga tersebut.

Sumber : Kompas Regional

Facebook Comments
BAGIKAN

LEAVE A REPLY