Jumlah ‘Follower’ Berkurang, Trump Mengeluh Kepada Bos Twitter

April 24, 2019
Donald Trump

Presiden AS, Donald Trump mendengarkan pertanyaan dari media tentang sebuah artikel opini yang dimuat di Harian New York Times di Gedung Putih, Washington, 5 September 2018 (Foto: Reuters via VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Kepala Eksekutif Twitter Jack Dorsey pada Selasa (23/4). Dan dalam pertemuan tersebut, Trump mempertanyakan mengapa akun Twitternya kehilangan banyak pengikut atau followers, kata sumber Reuters yang menerima informasi tersebut.

Pertemuan itu, yang diatur oleh Gedung Putih pekan lalu, terjadi hanya beberapa jam setelah Trump sekali lagi menyerang Twitter dengan tuduhan media sosial itu bias terhadap pada konservatif.

“Pertemuan yang bagus sore ini di @WhiteHouse dengan @Jack dari @Twitter. Banyak isu yang dibahas mengenai plaftorm mereka dan dunia media sosial secara umum. Menantikan untuk kelanjutan dialog terbuka!” kata Trump dalam cuitannya dan mengunggah foto Dorsey bersama tamu lain dan dirinya di Ruang Oval.

Dorsey, yang belum pernah bertemu Trump, menjawab melalui cuitan: “Terima kasih atas waktunya. Twitter hadir untuk melayani percakapan umum, dan kami berniat untuk menjadikan lebih sehat dan lebih sopan. Terima kasih atas diskusinya.”

Menurut sumber tersebut, yang mendapat informasi mengenai pertemuan tersebut, mengatakan Dorsey menanggapi keluhan Trump mengenai kehilangan pengikut dengan menjelaskan bahwa Twitter sedang menghapus akun-akun tipuan dan palsu. Selain itu, kata Dorsey, banyak orang terkenal, termasuk dirinya sendiri, yang kehilangan follower akibat kebijakan tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengisyaratkan bahwa Twitter berlaku bias terhadapnya, tanpa memberikan bukti. Dalam cuitan di Twitter, Trump mengatakan Twitter tidak “memperlakukan saya dengan baik sebagai pendukung partai Republik. Sangat diskriminatif.”

Trump sudah lama kesal karena kehilangan follower. Trump kehilangan 204.000 atau 0,4 persen dari total pengikutnya yang berjumlah 53.4 juta pada Juli lau, menurut perusahaan data media sosial Keyhole. Itu terjadi ketika Twitter memulai pembersihan akun-akun mencurigakan setelah Twitter dan media sosial lainnya digunakan untuk kampanye-kampanye berisi informasi salah untuk mempengaruhi para pemilih pada pilpres AS 2016 dan pemilihan lainnya. [ft]

 

(VOA Indonesia)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.