Atasi Genangan Air, DPRD Rejang Lebong Hearing dengan OPD Terkait

Maret 5, 2018
Lingkungan Rejang Lebong 0   35 views 0

PROGRES.ID, REJANG LEBONG – Kerap terjadi genangan air akibat luapan drainase saat hujan di beberapa titik di dalam Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rejang Lebong menindaklanjutinya dengan menggelas Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing dengan pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait pada Senin, (05/03/2018).

Hearing dipimpin ketua komisi III, Mahdi Husen, dihadiri Ketua DPRD, M Ali, Wakil Ketua II, Yurizal besrta anggota komisi III, sedangkan OPD dihadiri, kapala Dinas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PURN), Yusran Fauzi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basuki, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Bappeda, Para Camat dan Lurah beserta tokoh masyarakat berlangsung di ruang rapat DPRD kawasan Sukowati Curup.

Ketua Komisi III DPRD, Mahdi Husen mengatakan hearing ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat, apabila turun hujan banyak rumah masyarakat yang tergenang akibat luapan drainase yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan sampah.

“Belakangan ini masyarakat mengeluhkan apabila turun hujan, jalan bahkan rumah mereka terendam air akibat luapan drainase. Kejadian itu bukan hanya sekali namun berkali-kali,” tegas Mahdi Husen. Untuk itu lanjut Mahdi, agar pihak terkait terutama dinas PUPR segera mengatasi hal tersebut.

Ketua DPRD, M Ali, Meminta Kepada semua pihak terkait,untuk cepat tanggap terkait persoalan yang ada. “Saya mengingatkan supaya pihak terkait cepat tanggap. Khusus Dinas PUPR, pada perubahan anggaran dana rutin perbaikan dan penanggulangan drainase diajukan,” tegas Ali.

Kepala dinas PUPR, Yusran Fauzi, mengatakan pihaknya akan segera menanggulangi genangan air yang kerap terjadi belakangan ini, khususnya di dalam kota Curup.

“Kita akan segera turun untuk menanggulangi terjadinya banjir pada waktu hujan turun di beberapa titik drainase yang diduga terjadi pendangkalan dan sumbatan sampah,” terang Yusran.

Diakui Yusran selama ini pihaknya hanya mengandalkan dana rutin, namun khusus untuk drainase tidak dianggarkan.

“Yang ada hanya anggaran rutin pemeliharaan jalan, jembatan dan saluran irigasi. Dengan adanya kejadian ini, kedepan pihaknya akan mengajukan anggaran, paling tidak pada perubahan APBD 2018,” tandas Yusran Fauzi.

Sementara Dinas Lingkungan Hidup, mengimbau kepada masyarakat, supaya membuang sampah di tempat yang sudah disiapkan dan pada waktu tertentu seperti yang telah disampaikan melalui camat, lurah dan kepala desa agar membuang sampah dimulai jam  06.00-09.00 pagi hari.

Dari catatan ada empat titik daerah yang sering terjadi luapan air pada waktu hujan yakni, kawasan lampu merah kelurahan Suka Raja, Air Bang, jalan Suprapto, jalan Cokro kelurahan Talang Rimbo Baru dan Bundaran Kelurahan Air Putih Lama dan Kelurahan Air Rambai.(asb)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *