Kecam Latihan Militer Korsel dan AS, Korea Utara Luncurkan Empat Rudal Balistik Sebagai Respon

Tiga Rudal Jatuh di Perairan Jepang

374
Korea utara luncurkan rudal balistik hanya berselang beberapa hari setelah Korea Selatan (Korsel) melakukan latihan militer gabungan bersama Amerika Serikat (AS) | Foto : gettyimages

PROGRES.ID, PYONGYANG – Pihak Militer Korea Utara (Korut) meluncurkan empat rudal balistik ke arah timur Semenanjung Korea. Tiga di antaranya dilaporkan jatuh di perairan Jepang.

Aksi ini hanya berselang beberapa hari setelah Korea Selatan (Korsel) melakukan latihan militer gabungan bersama Amerika Serikat (AS). Korut sendiri kegiatan tersebut sebagai ancaman. Rezim Korut mengecam latihan militer gabungan itu sebagai aksi provokatif untuk invasi militer dan berjanji membalaskan dendam.

Korut bahkan mengancam akan melakukan aksi balasan nuklir.

“Sekarang imperialis AS dan pasukan bonekanya Korsel, menggelar latihan perang nuklir yang berbahaya terhadap DPRK di ambang pintu, militer kita akan melawan mereka dengan aksi balasan yang paling tangguh,” ujar juru bicara militer Korut dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

Dari kantor berita Reuters, Senin (6/3/2017), pejabat militer Korsel menyatakan, misil-misil yang ditembakkan Korut bukanlah rudal balistik antarbenua (ICBM) yang diklaim dapat mencapai AS.

“Untuk jangkauan, diketahui rudal itu memiliki jangkauan sekitar 1.000 kilometer,” terang Kementerian Pertahanan Korsel dalam pernyataannya.

Diketahui, rudal-rudal balistik tersebut diluncurkan dari kawasan Tongchang-ri, dekat perbatasan Korut dengan China. Juru Bicara Militer Korsel Roh Jae-cheon menyatakan, masih terlalu awal untuk mengidentifikasi tipe misil yang ditembakkan tersebut.

Menteri Pertahanan Jepang, Tomomi Inada menjelaskan, beberapa misil tersebut mendarat di perairan, sekira 300 km dari pesisir pantai utara Jepang.

Jenis-jenis rudal balistik | Foto : TRTworld

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang menyebut peluncuran rudal tersebut sebagai sebuah pelanggaran

“Peluncuran misil ini jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Ini merupakan tindakan yang amat berbahaya,” ujar Shinzo Abe di hadapan anggota parlemen.

Abe menambahkan, Jepang telah mengajukan keberatan kuat kepada Korut atas peluncuran misil tersebut.

Pejabat sementara Presiden Korsel Hwang Kyo-ahn mengutuk keras tindakan Korut. Ia menyebut, aksi itu merupakan tantangan nyata terhadap dunia internasional. Kyo-ahn menambahkan, Korsel juga akan merespons dengan menempatkan sistem pertahanan anti-misil AS, namun ditentang oleh China.

Korsel dan AS pun menganalisa insiden ini dengan terperinci demi mencari informasi lebih lanjut. Militer AS menyatakan, mereka mendeteksi dan melacak peluncuran misil oleh Korut. Namun aksi tersebut tidak mengancam Amerika Utara. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY