Di Bengkulu, Setiap Jumat Ada Berkah Bagi Kaum Duafa, Pengemis dan Panti Asuhan. Mau Tahu?

by 48 tahun ago
Gaya Hidup Kota Bengkulu 0   9 views 0

PROGRES.ID, BENGKULU – Hari Jumat bisa dikatakan hari yang spesial bagi kalangan duafa, pengemis dan panti asuhan di Kota Bengkulu.

Dalam setahun terakhir setiap Jumat tiba mereka pasti akan menerima makanan dan minuman di lokasi yang biasa mereka mangkal. Makanan yang sudah dikemas rapi lengkap dengan lauknya selalu datang menghampiri mereka saat hari Jumat. Nohardi, pemilik usaha warung makan Sambal Judes yang beralamatkan di Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu ini setiap Jumat selalu mengemas makanan untuk dibagikan ke kaum dhuafa, pengemis dan panti asuhan.

Bersama istri dan beberapa rekan-rekannya, nasi yang sudah dikemas dalam kotak siap diantar ke tempat di mana kaum dhuafa, pengemis dan panti asuhan biasa ada dalam wilayah Kota Bengkulu.

Menurut Nohardi, aksi sedekah ini murni didasari oleh keinginannya untuk berbagi secara ikhlas dan tanpa didasari motif apapun selain beramal. Salah satu pengalaman berkesan yang dialaminya adalah ketika memberikan nasi kotak untuk mereka. Saat menerima nasi yang disodorkan, mereka itu terlihat memasang wajah bersahabat dan mengucapkan terima kasih berkali-kali.

Nohardi dan istri merasa terharu karenanya. Selain dibiayai dari saku sendiri, Nohardi yang merupakan suami dari Sri salah seorang PNS di Pemerintah Propinsi Bengkulu ini juga dibantu beberapa teman dekatnya. Setiap Jumat paling sedikit 150 porsi disediakannya untuk dibagikan ke kaum duafa. Jumlah itu jauh melonjak dari tahun sebelumnya, hal ini lebih dikarenakan adanya rezeki berlebih dari pribadi dan donatur.

Menu yang disajikan berganti-ganti setiap minggunya, mulai dari rendang daging, berbagai variasi ayam dan ikan dan lain sebagainya. Ditaksir per porsi makanan gratis yang disediakan seharga Rp 18 Ribu. Memilih jalanan sebagai tempat menyalurkan sedekah makanan, menurut Nohardi hal ini karena masih sedikit yang memperhatikan nasib para pengemis dan kalangan dhuafa yang di jalanan.

Sementara yang di panti asuhan mereka pilih bagi panti yang belum mendapatkan cukup banyak perhatian dan sumbangan terutama dari pemerintah.(hdn)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *