Kementerian ESDM Tahan Harga BBM Tahun 2017, ini Tanggapan PT. Pertamina

267
Ilustrasi/ Foto: SiagaIndonesia

PROGRES.ID, JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) penugasan jenis Premium dan Solar serta minyak tanah mulai 1 Januari hingga bulan Maret 2017 mendatang.

Dengan demikian, harga Premium masih dipatok Rp6.450 per liter dan harga Solar masih sebesar Rp5.150 per liter sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut, keputusan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo dengan tujuan untuk menjaga daya beli masyarakat. Pasalnya, jika harga BBM naik, maka bisa menimbulkan inflasi khususnya di komponen harga-harga yang diatur pemerintah (administered prices).

“Namun sesuai arahan presiden, kami evaluasi tiap bulan semoga tidak ada perubahan besar. Ini kami lakukan untuk menjaga daya beli, apalagi Solar ini ada dampak terhadap inflasi,” jelas Jonan di kantornya, seperti dikutip dari CNN Selasa, (20/12/16).

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menanggapi penetapan harga BBM yang tetap pada Januari-Maret 2017 meski harga minyak dunia tengah menunjukkan tren kenaikan.

Dalam jumpa pers di Jakarta Dwi mengatakan apapun keputusan pemerintah terhadap harga BBM, Pertamina akan berusaha melakukan efisiensi untuk mengurangi beban perseroan. Padahal, perusahaan pelat merah itu disinyalir mengalami kerugian lantaran harus menomboki selisih biaya produksi BBM dengan harga jualnya jika harga BBM tidak dinaikkan awal tahun depan.

“Untuk posisi saat ini, kami akan melihat bahwa harga minyak dunia masih fluktuatif sehingga nanti kita lihat lagi Februari, Maret, seperti apa. Kami yakin bahwa pemerintah memberi perhatian terhadap kinerja kami, di samping perhatiannya terhadap daya beli masyarakat,” kata Dwi seperti yang dilansir Antara.

Ia menuturkan, pihaknya masih terus melakukan efisiensi meskibelum ada kepastian kondisi harga minyak ke depan.

“Siapa yang tahu kalau nanti akan terjadi penurunan? Tetapi perhatian pemerintah atas daya beli masyarakat ini yang harus didukung,” katanya.

Menurutnya, kenaikan solar merupakan salah satu penyumbang inflasi karena penggunaannya untuk angkutan dan distribusi barang memang sulit. Pasalnya, jika solar naik sudah pasti barang-barang lainya juga ikut naik. (dsy)

Facebook Comments
BAGIKAN

LEAVE A REPLY