pubmatic.com, 157566 , DIRECT, 5d62403b186f2ace

Redam Inflasi,Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga untuk Pertama Kali Sejak 2018

VOA Indonesia
Logo Bank Indonesia di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta, 2September 2020. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana via VOA Indonesia)

JAKARTA, PROGRES.ID – Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2018 pada Selasa (23/8/2022) untuk pengetatan moneter dalam upaya melawan kenaikan inflasi dan menstabilkan Rupiah.

Indonesia mengalami pemulihan yang stabil akibat pandemi dan diuntungkan oleh permintaan global yang kuat akan sejumlah komoditas. Bank sentral sekarang memperkirakan pertumbuhan ekonomi mendekati ujung atas, bukannya ujung bawah, perkiraan 4,5 persen-5,3 persen pada tahun 2022.

Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunga reverse repurchase tujuh hari sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75 persen.

Sebagian besar analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan BI akan bertahan dengan suku bunga ini. Namun, 11 dari 27 ekonom yang disurvei memprediksi kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lagi. Terakhir kali BI menaikkan suku bunga acuannya pada November 2018.

“Keputusan untuk menaikkan suku bunga merupakan langkah pencegahan untuk memitigasi risiko kenaikan inflasi inti,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo pada konferensi pers, sewaktu menyoroti inflasi makanan yang sangat tinggi dan kenaikan harga BBM tidak bersubsidi.

Langkah tersebut, kata Warjiyo, mempertimbangkan penguatan ekonomi domestik dan juga ditujukan untuk menstabilkan rupiah. Ia tidak mengungkapkan apakah ada kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan untuk menaikkan harga bahan bakar bersubsidi, yang akan meningkatkan tekanan pada inflasi yang saat ini sudah mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun. Inflasi pada bulan Juli tercatat 4,94 persen.

Warjiyo mengatakan inflasi utama tahun ini, ukuran inflasi total dalam sebuah ekonomi, diperkirakan sebesar 5,24 persen, lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya, yakni di bawah lima persen, dan jauh di atas target BI, yakni dua persen hingga empat persen. Ia mengatakan inflasi inti bisa mencapai 4,15 persen pada akhir 2022.

Ditanya tentang potensi kenaikan harga BBM, Warjiyo mengatakan BI akan memperbarui prospek inflasi sejalan dengan kebijakan subsidi pemerintah. [ab/uh]

 

Logo VOA Indonesia

Baca berita lainnya dari Progres.id di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.