pubmatic.com, 157566 , DIRECT, 5d62403b186f2ace

Tanam Perdana Padi Serentak, Wamentan RI Siap Dukung Pertanian Bengkulu

Media Center Pemprov Bengkulu
tanam padi
Wamentan RI Harvick dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersuah bersama FKPD dan warga menggelar tanam padi perdana di Bengkulu Tengah (Foto: Media Center/PROGRES.ID)

BENGKULU, PROGRES.ID – Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Harvick Hasnul Qolbi memastikan bahwa ketersediaan pangan di Indonesia terbilang aman, meski sedang ada isu krisis pangan dunia.

“Indonesia perlu saya sampaikan, ketersediaan kita cukup baik, kalaupun ada masalah kemarin di masyarakat, mengenai kelangkaan dan sebagainya insya Allah berdasarkan data yang ada dan faktual di lapangan mudah-mudahan bisa kita cukupi,” jelas Harvick pada acara Tanam Perdana Padi Serentak di hamparan Sawah Desa Sukarami Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah.

Wamentan Harvick juga melakukan dialog bersama masyarakat petani, baik secara langsung maupun terhubung melalui Zoom meeting. Sejumlah aspirasi masyarakat pada dialog itu antaranya meminta perbaikan irigasi serta kemudahan bagi petani untuk memperoleh bibit dan pupuk.

“Kita akan maksimalkan ini. Ada dirjen holtikultura, apa pun yang bisa diakselerasi akan kita percepat, mudah-mudahan bisa terealisasi semua, apa yang menjadi aspirasi kawan-kawan masyarakat petani,” jelas Wamentan.

Gubernur Rohidin menyerahkan bantuan secara simbolis (Foto: Media Center Pemprov Bengkulu)

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyerahkan bantuan kepada perwakilan kelompok tani berupa hand tracktor, pupuk, bantuan bibit serta hand sprayer elektrik senilai total Rp 450 juta.

Gubernur Rohidin juga menjelaskan, untuk membangun pertanian dibutuhkan komitmen, kebersamaan juga keterpaduan dari semua pemangku kepentingan. Ini menunjukan komitmen bahwa membangun pertanian adalah tanggung jawab bersama.

Provinsi Bengkulu Surplus Gabah

Rohidin menyebut, saat ini Provinsi Bengkulu menjadi daerah yang surplus gabah. Ia pun mengaku telah berkoordinasi tim pengendali inflasi daerah agar dapat memaksimalkan gabah yang ada, agar dapat dikelola menjadi produk premium atau berkualitas baik.

Tak hanya potensi pertanian, Rohidin menceritakan kepada Wamentan bahwa, Bengkulu juga memiliki Kopi Robusta yang pada Oktober 2019 lalu memenangkan tiga penghargaan Kejuaraan Kopi Internasional yang diselenggarakan oleh Agency for the Valorization of the Agricultural Products (AVPA) di Prancis. Kopi Bengkulu memenangkan medali perak dan perunggu untuk keunggulan kualitas dan rasa.

Jenis kopi Bengkulu, sambungnya, yang meraih penghargaan itu yakni Bencoolen Rejang Lebong, Bencoolen Kepahiang dan Bermani Coffee Rejang Lebong. Salah satu penghargaan yang diraih yakni kategori Puissant Doux (karakter kopi).

“Dulu kopi kita itu biasa-biasa saja, ternyata para petani, teman-teman PPL, fine Robusta Bengkulu itu satu-satunya kopi yang beda dengan Robusta dunia secara rasa, dan 2 minggu lalu kita juga telah membuka gerai kopi kita di Malaysia dan sambutannya luar biasa. Saya kira ini komoditas yang menjanjikan untuk Bengkulu ke depan,” jelas Gubernur Rohidin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.