Home / Bisnis / Internasional

Rabu, 13 Januari 2021 - 09:41 WIB

Softbank Group Jual 38 Juta Saham Uber

Logo Uber di lantai bursa New York Stock Exchange, 30 Mei 2019. (Foto: AP via VOA Indonesia)

Logo Uber di lantai bursa New York Stock Exchange, 30 Mei 2019. (Foto: AP via VOA Indonesia)

PROGRES.ID –

SoftBank Group Jepang telah menjual saham Uber senilai $2 miliar, menurut sebuah dokumen yang dirilis Senin, dan mengambil keuntungan dari lonjakan nilai saham raksasa transportasi Amerika itu.

Vision Fund, afiliasi SoftBank menjual 38 juta saham seharga $53,46 per saham, demikian menurut pengajuan saham AS di situs web Uber, meskipun masih tetap menjadi pemegang saham utama perusahaan itu, dengan 10 persen saham senilai sekitar $10 miliar.

Baca Juga |  Walikota London Paling Rindu Minuman Ini Kala Puasa Sampai 19 Jam

Keputusannya untuk membeli saham Uber dalam jumlah besar tampaknya menjadi bumerang ketika harganya jatuh menyusul penawaran umum perdana (IPO) tahun 2019 yang mengecewakan, sebelum terpukul lagi oleh dampak lockdown virus corona yang menghancurkan permintaan akan jasa transportasi.

Pada akhir Maret, harga saham Uber turun di bawah $15, dari $42 pada hari pertama perdagangannya pada Mei 2019.

Baca Juga |  Mampukah Facebook Hadapi Pilpres AS?

Tetapi prospek kemudian membaik untuk platform itu karena ledakan permintaan pengiriman makanan sementara orang masih terjebak di rumah, dan harga saham perusahaan Amerika itu telah melonjak.

Saham SoftBank Group naik 0,8 persen menjadi 8.050 yen dalam perdagangan Selasa pagi di Tokyo. [lt/jm]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Bali

Berita Utama

Daftar Negara Terkaya di Dunia Versi IMF 2018, Indonesia Ranking 7

Berita Utama

Media AS Beritakan Pelantikannya Sepi, Donald Trump Geram

Berita Utama

Fenomena Bola Salju Raksasa
Nicolas Maduro

Internasional

Saat Presiden Nicolas Maduro Pidato, Drone Meledak
Johnny Depp

Berita Utama

Usaha “The Sun” Batalkan Gugatan Johnny Depp Ditolak
Situs di ayodhya

Internasional

MA India Akhirnya Izinkan Bekas Masjid yang Hancur Tahun1992 Dibangun Kuil
Logo google

Internasional

RUU Australia Wajibkan Bayar Perusahaan Media, Google Menolak

Internasional

Ribuan Warga Dievakuasi Saat Angin Topan Serbu Filipina
error: Konten ini dirpoteksi !!