Home / Edukasi / Nasional

Kamis, 26 Januari 2017 - 21:37 WIB

KPAI Minta Video Siswa SD Salah Ucap Ikan Tongkol Tak Disebar, Ini Alasannya

Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh | Foto: Viva.co.id

Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh | Foto: Viva.co.id

PROGRES.ID, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta masyarakat, terutama pengguna media sosial untuk tidak menyebarluaskan video anak SD salah ucap ‘ikan tongkol’ saat ditanya Presiden Jokowi via media sosial. Menurut Ketua KPAIĀ Asrorun Niam Sholeh dengan menyebarkannya, maka sudah termasuk melakukan bully.

“KPAI menyayangkan peredaran materi video anak yang sedang ditanya Presiden dan viral sebagai bahan tertawaan. KPAI minta untuk segera menghentikan peredaran (video) karena hal itu termasuk kategori bully terhadap anak,” kata Niam melalui keterangan tertulis seperti dilansir Kompas.com, Kamis (26/1/2017).

video anak sd salah ucap ikan tongkol

Video anak SD salah ucap kan tongkol yang beredar di media sosial

Untuk mencegah peredaran video tersebut, KPAI telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.Niam menilai, apa yang diucapkan anak tersebut di sebuah forum resmi bersama presiden tak pantas dijadikan bahan lelucon.

Baca Juga |  Habib Rizieq Kian Tenar, Meski Tersandung Kasus

“Saatnya kita memiliki sensitivitas terhadap perlindungan anak. Dengan video yang disebar terus, si anak bisa tertekan secara psikis. Belum lagi ia akan jadi bahan olok-olokan,” terang Niam.

Baca Juga |  Dihantam Ombak Besar, KM Karamando Tenggelam dan Tewaskan Empat Penumpang

Untuk diketahui, video berdurasi sekira 1 menit itu memperlihatkan Presiden Jokowi meminta sang anak menyebutkan 3 jenis ikan. Presiden berjanji memberikan sepeda jika si anak mampu menjawabnya. Namun, saat menyebut ikan tongkol, si anak justru salah ucap. Namun, presiden mengoreksi dengan tegas dan menyebutnya ikan tongkol. Saat diminta presiden Jokowi untuk mengulang, si anak kembali salah ucap.(*)

Sumber: Kompas.com

Share :

Baca Juga

Militer RI

Berita Utama

Penembakan di Papua dan Perdagangan Gelap Amunisi

Berita Utama

Raja Salman Datang ke Indonesia; 1500 Orang, 7 Pesawat Boeing, Bawa 4 Unit Mercy, Serta 459 ton Barang Lainnya

Berita Utama

Viral ‘Saya Bertanya’ SBY Jadi Guyonan Netizen

Berita Utama

Besok Polisi Operasi Besar-Besaran, Kabag Ops Korlantas Polri : Operasi Simpatik Bukan Razia, Tidak Boleh Ada Tindakan

Nasional

Pilot Citilink Diduga Mabuk, CEO dan Direktur Operasional Mengundurkan Diri
bom di bekasi

Berita Utama

Penemuan Bom di Bekasi Hingga Rencana Ledakkan Istana Presiden
Pengibar bendera

Berita Utama

Babogi Ikalawang dan Bengkulu yang Catat Sejarah di Paskibraka
ka'bah

Nasional

Diduga Pemilik Travel, 9 Calon Jamaah Haji Belum Bisa Dipulangkan
error: Konten ini dirpoteksi !!