Home / Edukasi

Sabtu, 11 Februari 2017 - 14:34 WIB

Mana yang Baku, Sumatera atau Sumatra ?

Peta Sumatra

Peta Sumatra

PROGRES.ID, JAKARTA – Dalam rilisnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) menyebut bahwa Sumatera tidak sesuai dengan kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baku. Menurut Kemdikbud RI, yang benar dan baku adalah Sumatra, tanpa penambahan vokal /e/.

“Berdasarkan KBBI, kata yang baku adalah ‘Sumatra‘, yaitu pulau di wilayah barat Indonesia, di sebelah utara berbatasan dengan Teluk Benggala, di sebelah timur dengan Selat Malaka, di sebelah selatan dengan Selat Sunda, dan di sebelah barat dengan Samudra Hindia.” Demikian tulis @Kemdikbud RI (11/2/2017)

Padahal sebagian besar peta Indonesia. peraturan perundangan, situs pemerintah pusat dan daerah menggunakan ejaan Sumatera. Sangat jarang kita jumpai penggunaan ejaan Sumatra. Karena digunakan dalam banyak produk hukum, seharusnya ejaan Sumatera-lah yang lebih baku.

Baca Juga |  Ujian Nasional Perbaikan 2017 Ditiadakan Demi Efisiensi

Berdasarkan penelusuran Progres.id (11/2/2017) pada versi daring (online -red) resmi KBBI, kbbi.kemdikbud.go.id, ternyata memang benar kata yang baku adalah ‘Sumatra‘. Demikian pula, versi cetak KBBI IV juga menggunakan ejaan Sumatra dalam lampiran ’Nama Daerah Tingkat I dan II di Indonesia’, dan bukan Sumatera.

Menurut analisa portalbahasa.com (11/2), variasi ejaan karena penambahan vokal /e/ merupakan hal yang kerap terjadi dalam bahasa Indonesia. Secara umum, penyisipan bunyi atau huruf ke dalam kata untuk memudahkan pelafalan disebut epentesis.

Epentesis dengan menyisipkan vokal disebut anaptiksis atau swarabakti. Dalam bahasa Indonesia, bahasa asing biasanya diserap tanpa swarabakti (mis. Inggris), sedangkan bahasa Nusantara biasanya diserap dengan swarabakti (mis. terampil). Bentuk “Sumatera” tampaknya mengikuti pola tersebut: diberi swarabakti karena dianggap berasal dari bahasa Nusantara.

Baca Juga |  LPDP Edufair 2017 Jakarta Disesaki Ribuan Pengunjung, Selanjutnya Yogya dan Surabaya

Asm Romli, seorang pengasuh kolom Jurnalistik ‘Sunan Gunung Djati’ sekaligus pemerhati bahasa, menulis di Kompasiana (26/06/2015) bahwa mayoritas media massa menulis ‘Sumatera’, hanya sebagian kecil media yang menuliskannya dengan benar, ‘Sumatra’, sesuai dengan kaidah EYD tentang penulisan kata-kata baku dan tidak baku.

“Redaksi sebuah tabloid menulis ‘Sumatera’, lalu saya edit, saya koreksi, menjadi ‘Sumatra’. Lucunya, setelah dikirim balik, editor tabloid tersebut mencoret hasil koreksi saya dan menuliskan kembali kata ‘Sumatera’,” ujarnya.

Bagaimana menurut anda ? (dsy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Mendikbud Dibully, FDS Terancam Batal
Aksi sosial KMK

Edukasi

KMK Unib Gandeng RT Gelar Aksi Sosial
Siswa asal Bengkulu FL2SN

Berita Utama

FLS2N, Dua Pelajar Bengkulu Bawa Pulang Emas dan Perak
Universitas Bengkulu

Berita Utama

Ini 4 Perguruan Tinggi Terbaik di Bengkulu Versi Webometric
Pedito Alam

Berita Utama

Akankah Bahasa Rejang Punah?

Edukasi

Dinas Pendidikan Data Peserta UN SMP di Lapas Curup

Edukasi

Setelah Jakarta, Giliran UNAIR Surabaya disambangi LPDP Edufair 2017
Konferensi pers SBMPTN 2016

Edukasi

Hanya 126.804 Peserta yang Lulus SBMPTN 2016
error: Konten ini dirpoteksi !!