Home / Edukasi / Nasional

Senin, 2 Januari 2017 - 23:54 WIB

Mendikbud Kunjungi Pidie Aceh, Kemen-PUPR Diminta Tuntaskan Pembangunan Sekolah

Muhadjir Effendy | Foto: www.umm.ac.id

Muhadjir Effendy | Foto: www.umm.ac.id

PROGRES.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) segera membangun sekolah yang rusak akibat gempa di Pidie Jaya, Aceh.

“Saya mengharapkan Kemen-PUPR segera menuntaskan pembangunan ruang kelas sementara dan memulai pembangunan gedung sekolah permanen, sehingga Kemdikbud dapat memenuhi kewajiban menyediakan mebeler dan alat pembelajaran yang dibutuhkan ruang-ruang kelas nanti. Gedung sekolah yang baru nanti harus lebih baik dari yang lama,” ujar Mendikbud dalam siaran pers di Jakarta, Senin, (2/1/17).

Muhadjir mengatakan, pihaknya hanya bertanggung jawab untuk menyediakan mebeler dan peralatan pembelajaran. Sedangkan, pembangunan ruang kelas darurat dan gedung permanen menjadi tanggung jawab Kemen-PUPR dengan anggaran dari BNPB.

Baca Juga |  Tayangkan Sidang Jessica Terlalu Lama, KPI Surati 3 Stasiun Televisi

Dalam kunjunganya ke Pidie Jaya, Muhadjir melakukan interaksi terhadap siswa di beberapa sekolah seperti SDN Jiem Jiem, SMPN 3 Bandar Baru, TK Al Hidayah, SDN Jalan Rata, SMK Kesehatan Putra Nanggroe, dan SMAN 1 Trienggadeng. Ia memberikan motivasi kepada para siswa untuk kembali belajar meski dalam keadaan darurat dan trauma.

“Karena itu penyembuhan trauma dan bimbingan psikososial penting dan akan terus dilakukan oleh Kemendikbud,” kata Muhadjir lagi.

Menurut Kantor Berita Online Antara, sejauh ini sudah didirikan 170 tenda pada 68 titik lokasi sekolah. Sebanyak 158 ruang kelas sementara juga sedang dibangun di 28 titik lokasi sekolah yang rusak berat.

Baca Juga |  Jelang Pilkada 2020, Cyber Patrol Kemkominfo Pantau Konten Negatif di Medsos

Hasil pemantauan tim Kemendikbud terkait kerusakan sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan dilaporkan terdapat 65 sekolah yang mengalami kerusakan, terdiri dari 35 sekolah dasar (SD), 11 sekolah menengah pertama (SMP), 13 sekolah menengah atas (SMA), dan 6 sekolah menengah kejuruan (SMK).

Selain itu, terdapat juga 81 fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD) mengalami kerusakan sarana dan prasarana dengan tingkat kerusakan sedang dan berat.

Mendikbud memaparkan rencana pemenuhan kebutuhan bantuan usai gempa Aceh dengan total anggaran sekitar Rp68,2 miliar, rinciannya pada tahun 2016 akan disalurkan sebesar Rp25,8 miliar, dan tahun anggaran 2017 dialokasikan sebesar Rp42,4 miliar. (dsy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Kunjungan Kerja Wagub DKI Sandiaga Uno Dinilai Berlebihan

Nasional

“Fitsa Hats” jadi Viral, Habib Novel Kembali Polisikan Ahok

Berita Utama

Besok Polisi Operasi Besar-Besaran, Kabag Ops Korlantas Polri : Operasi Simpatik Bukan Razia, Tidak Boleh Ada Tindakan
gempa aceh

Nasional

Gempa Aceh Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Utama

MK Putuskan Anggota KPU Kabupaten/Kota Tetap 5 Orang, Ranking 4 dan 5 Berpotensi Dilantik
Sidang tahunan MPR RI

Berita Utama

Ketua MPR Berpesan Perbedaan Pilihan di Pemilu Jangan Buat Indonesia Pecah
pulau Sumatra

Edukasi

Mana yang Baku, Sumatera atau Sumatra ?

Berita Utama

Real Count Pilkada DKI Jakarta 2017 Sudah 96 Persen, Ahok-Djarot Unggul Di Empat Wilayah
error: Konten ini dirpoteksi !!