Sejarah Uang Rupiah, Mata Uang Kebanggaan Indonesia

Uang Rupiah
Uang kertas Rupiah emisi 2016 (Foto: Republika)

PROGRES.ID –┬áSejarah uang rupiah dimulai pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Pada awalnya, Belanda memperkenalkan Gulden sebagai mata uang resmi di Hindia Belanda (Saat ini Indonesia) pada tahun 1826. Gulden adalah mata uang yang digunakan oleh Belanda dan beberapa negara lainnya di Eropa. Namun, Gulden tidak digunakan secara luas di kalangan masyarakat Indonesia pada saat itu.

Pada masa penjajahan Belanda, uang logam dan uang kertas yang digunakan di Indonesia dicetak di Belanda. Uang logam yang dicetak di Belanda memiliki gambar Ratu Wilhelmina, sedangkan uang kertas memiliki gambar Ratu Juliana. Uang kertas yang dicetak di Belanda juga memiliki tulisan dalam bahasa Belanda dan bahasa Indonesia.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan situs resmi Bank Indonesia Selama masa penjajahan Jepang di Indonesia, Jepang mengeluarkan mata uang baru yang disebut dengan NICA gulden. NICA adalah singkatan dari Nederlandsch-Indische Civil Administratie, yaitu pemerintahan sipil Belanda yang berkuasa di Indonesia pada saat itu. NICA Gulden digunakan oleh Jepang sebagai mata uang resmi di Indonesia selama masa pendudukan Jepang.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pemerintah sementara Indonesia mencetak uang baru yang disebut dengan ORI (Oeang Republik Indonesia). ORI adalah uang kertas pertama yang dicetak oleh pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan. ORI memiliki gambar peta Indonesia dan bendera merah putih.

Pada tahun 1949, pemerintah Indonesia mencetak uang rupiah pertama dengan denominasi 25 sen, 50 sen, dan 1 rupiah. Uang rupiah pertama ini memiliki gambar Soekarno dan Hatta, dua tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Uang rupiah pertama ini juga memiliki tulisan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Belanda.

Sejak itu, uang rupiah terus mengalami perubahan denominasi dan desain. Pada tahun 1952, uang Rupiah dicetak dengan denominasi 5 rupiah. Kemudian, pada tahun 1959, uang Rupiah dicetak dengan denominasi 10 Rupiah.

Pada tahun 1964, uang rupiah dicetak dengan denominasi tertinggi saat itu yaitu 1000 rupiah. Uang rupiah 1000 ini memiliki gambar Soekarno dan Hatta di bagian depan, dan gambar Monas (Monumen Nasional) di bagian belakang. Uang Rupiah 1000 ini juga memiliki tulisan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Kemudian, pada tahun 1984, uang Rupiah dicetak dengan denominasi 5000 rupiah. Uang rupiah 5000 ini memiliki gambar pahlawan nasional Indonesia seperti Diponegoro, Cut Nyak Dien, dan Tuanku Imam Bonjol. Uang rupiah 5000 ini juga memiliki tulisan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Pada tahun 1992, uang Rupiah dicetak dengan denominasi tertinggi baru yaitu 10.000 rupiah. Uang rupiah 10.000 ini memiliki gambar Bung Karno (Soekarno) dan Bung Hatta (Mohammad Hatta) di bagian depan, dan gambar Tugu Monas di bagian belakang. Uang rupiah 10.000 ini juga memiliki tulisan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Selain perubahan denominasi, uang Rupiah juga mengalami perubahan desain. Pada tahun 2016, Bank Indonesia mengeluarkan uang Rupiah baru dengan desain yang lebih modern dan menarik. Uang rupiah baru ini memiliki gambar pahlawan nasional Indonesia seperti Soekarno, Hatta, dan Kartini. Uang Rupiah baru ini juga memiliki fitur keamanan yang lebih canggih seperti tanda air, benang pengaman, dan hologram.

Saat ini, uang Rupiah masih digunakan sebagai mata uang resmi di Indonesia. Uang Rupiah memiliki denominasi mulai dari 1000 rupiah hingga 100.000 rupiah. Uang rupiah juga memiliki nilai tukar yang berbeda-beda tergantung pada kondisi pasar dan nilai tukar mata uang asing.

Dalam sejarahnya, uang Rupiah telah mengalami banyak perubahan denominasi dan desain. Namun, uang Rupiah tetap menjadi simbol keberadaan Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat. Uang Rupiah juga menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia sebagai alat tukar yang digunakan dalam berbagai transaksi ekonomi.

————————————–

Sumber: Bank Indonesia. (2021). Sejarah Uang Rupiah. Diakses pada 31 Agustus 2021 dari https://www.bi.go.id/id/moneter/sejarah-uang-rupiah/Default.aspx (Saat tulisan ini dipublikasikan, tautan tersebut tidak lagi aktif)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.