Home / Ekonomi & Bisnis / Internasional

Kamis, 20 Februari 2020 - 09:42 WIB

General Motors akan Keluar dari Australia, Selandia Baru, dan Thailand

Pabrik General Motors mempekerjakan 828 orang di Australia dan Selandia Baru, dan sekitar 1.500 lainnya di Thailand (ilustrasi: Reuters via VOA Indonesia)

Pabrik General Motors mempekerjakan 828 orang di Australia dan Selandia Baru, dan sekitar 1.500 lainnya di Thailand (ilustrasi: Reuters via VOA Indonesia)

General motors

Pabrik General Motors mempekerjakan 828 orang di Australia dan Selandia Baru, dan sekitar 1.500 lainnya di Thailand (ilustrasi: Reuters via VOA Indonesia)

PROGRES.ID – Keputusan General Motors (GM) menarik diri dari Australia, Selandia Baru dan Thailand sebagai bagian dari strategi untuk keluar dari pasar yang tidak menghasilkan pengembalian investasi yang memadai, telah menimbulkan kekecewaan dari banyak pejabat yang khawatir akan kehilangan pekerjaan mereka.

Dalam sebuah pernyataan hari Minggu (16/2/2020), perusahaan itu mengatakan berencana menurunkan angka penjualan, operasi teknik dan desain untuk merk Holden yang bersejarah di Australia dan Selandia Baru pada tahun 2021. Perusahaan itu juga berencana menjual pabrik Rayong di Thailand pada Great Walls Motors China dan menarik merk Chevrolet dari Thailand pada akhir tahun ini.

“Ini merupakan keputusan yang sangat mengecewakan,” ujar Karen Andrews, Menteri Urusan Industri, Sains dan Teknologi Australia. Ia mengatakan hal ini sangat disayangkan, tidak saja karena bakal ada sekitar 500 pekerja yang kehilangan pekerjaan mereka, tetapi juga karena “mereka hanya memberitahu pemerintah tentang keputusan ini tepat sebelum pengumuman perusahaan itu.”

Baca Juga |  Kisruh Freeport, Jokowi Akan Ambil Sikap Tegas

Dave Smith di Serikat Pekerja Manufaktur Australia juga menyampaikan kekecewaannya.

Para pekerja di Holden mengira “mereka telah melalui masa terburuk, padahal bukan itu masalahnya,” ujar Smith.

“Bagi sebagian besar pekerja yang sudah lama dan setia pada perusahaan itu, mereka senang menjadi bagian dari industri mobil itu, dan kini merk mobil yang ikonik itu akan segera berakhir, dan ini berarti mereka kehilangan pekerjaan,” tambahnya.

General Motors mempekerjakan 828 orang di Australia dan Selandia Baru, dan sekitar 1.500 lainnya di Thailand.

Di Thailand, keputusan menjual pabrik di Rayong, yang terletak di selatan Bangkok, mungkin akan menjadi kabar baik bagi pekerja di sana.

Baca Juga |  Lebih 1.000 Rumah Ludes Akibat Kebakaran di California

Great Wall Motors, pabrik pembuat mobil jenis pickup dan SUV, mengatakan berniat memperluas operasinya di Asia Tenggara dengan menggunakan pabrik di Thailand sebagai markas utama.

“Kami juga akan mempromosikan pengembangan rantai pasokan lokal, penelitian dan pengembangan, serta industri-industri terkait, serta memberikan lebih banyak kontribusi pada pemerintah lokal di Rayong dan sekaligus pemerintah Thailand,” demikian ujar Wakil Presiden Great Wall Untuk Urusan Strategi Global, Liu Xiangshang.

Thailand masih bertekad untuk menjadi “Detroit Asia,” ujar juru bicara Kementerian Industri Krichanont Iyapunya. Ditambahkannya, penutupan dan pembukaan pabrik-pabrik itu berlangsung secara hampir bersamaan. “Industri otomotif harus dapat beradaptasi,” ujar Krishanont.

Sepanjang tahun lalu General Motors telah berjuang keras di Asia. Operasi internasionalnya, yang mencakup China, telah merugi hingga 200 juta dolar tahun lalu, termasuk 100 juta dolar pada kwartal keempat lalu. [em/jm]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Muslim Amerika

Berita Utama

Pengalaman Pertama Tarawih di Amerika
Nelayan di Pondok Kelapa Benteng

Ekonomi & Bisnis

Badai & Gelombang Tinggi Sebabkan Harga Ikan Laut di Benteng Meroket
ilustrasi redenominasi

Ekonomi & Bisnis

BI Rampungkan RUU Redenominasi Rupiah, Pembahasan Ditarget 2017
OPEC

Berita Utama

Indonesia Kembali Bekukan Keanggotaan OPEC

Ekonomi & Bisnis

Ini Dia Jatah Tabung Elpiji 3 Kg Untuk Rumah Tangga dan Usaha Mikro

Berita Utama

Pancasila Dilecehkan, Panglima TNI Hentikan Kerjasama Militer dengan Australia

Berita Utama

Bank Indonesia Resmi Luncurkan Pecahan Rupiah Baru
Ilustrasi resesi

Berita Utama

Ini 7 Negara yang Alami Resesi Akibat Covid-19
error: Konten ini dirpoteksi !!