Kemendag Ingin UKM Indonesia Bangun Jaringan Pemasaran

September 2, 2016
Ekonomi & Bisnis 0   124 views 0

PROGRES.ID, BENGKULU – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengharapkan pengusaha dan semua Usaha Kecil dan Menengah (UKM) membangun jaringan pemasaran untuk mempermudah pemasaran domestik hingga mancanegara. Hal ini diungkapkan Irjen Kemendag Karyanto Supri di lapangan sport center Pantai Panjang Kota Bengkulu dalam acara pembukaan Pameran Pangan Nusa (PPN) dan Pameran Produk Dalam Negeri (PPDN) 2016.

“Kemitraan atau jejaring pemasaran yang terjalin antarpelaku usaha kecil, menengah dan pengusaha diharapkan dapat meningkatkan daya saing, baik di pasar dalam negeri maupun pasar global,” ungkap Karyanto pada acara yang dihadiri Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan seluruh bupati dan walikota se-Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Ridwan Mukti mengharapkan Kemendag dapat menjadikan Provinsi Bengkulu sebagai tuan rumah dalam acara-acara tingkat nasional. Ridwan berpikir, acara nasional dapat menumbuhkan iklim investasi di daerah.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Perdagangan yang percaya kepada Bengkulu sebagai tuan rumah. Kedepan, saya harap Bengkulu bisa jadi tuan rumah lagi. Dengan adanya event ini kami harap bisa memacu semangat dalam dunia perdagangan untuk pengusaha kecil, menengah dan pengusaha agar lebih giat dan memberikan inovasi baru bagi dunia perdagangan,” terang Ridwan.

PPN dan PPDN ini diikuti 11 provinsi yaitu Provinsi Papua, Bali, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan dan Provinsi Bengkulu. Acara ini berlangsung mulai 1 September dan berakhir pada 4 September 2016.

PPDN banyak diisi produk-produk fesyen (fashion). Sedangkan PPN menampilkan produk agrikultur seperti buah-buahan dan sayur mayur, teh dan kopi khas Nusantara. Sebelumnya, acara serupa berlangsung di Jambi pada Agustus lalu dan mencapai total transaksi lebih dari Rp 1,18 Miliar. Setelah Bengkulu, acara serupa akan diadakan di Banyuwangi, Jawa Timur pada Oktober 2016.(sar)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.