Berapa Produksi Nikel Indonesia tahun 2022?

ilustrasi tambang
Ilustrasi kegiatan di pertambangan (Foto: Aleksandar Pasaric via Pexels.com)

PROGRES.ID – Saat ini, nikel menjadi salah satu komoditas yang semakin populer karena menjadi bahan baku penting dalam pembuatan baterai mobil listrik yang tengah tren di dunia. Menurut data dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), produksi nikel global diperkirakan mencapai 3,3 juta metrik ton pada 2022, meningkat 20,88% dari tahun sebelumnya yang sebesar 2,73 juta metrik ton.

Indonesia menjadi produsen nikel terbesar di dunia pada 2022, dengan produksi nikel diperkirakan mencapai 1,6 juta metrik ton. Filipina berada di posisi kedua dengan produksi nikel sebesar 330.000 metrik ton, diikuti oleh Rusia dengan produksi sebesar 220.000 metrik ton.

Bacaan Lainnya

Produksi nikel di Kaledonia Baru dan Australia masing-masing sebesar 190.000 metrik ton dan 160.000 metrik ton, sementara Kanada dan China mencatatkan produksi masing-masing sebesar 130.000 metrik ton dan 110.000 metrik ton. Brasil berada di urutan kedelapan dengan produksi sebesar 83.000 ton.

Selain produksi, Indonesia dan Australia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia pada 2022, yakni 21 juta metrik ton, diikuti oleh Brasil dengan cadangan nikel sebanyak 16 juta metrik ton. Seiring dengan peningkatan produksi nikel, perlu diingat bahwa industri tambang nikel harus tetap memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dalam operasinya. Oleh karena itu, pengawasan dan pemantauan yang ketat dari pemerintah perlu dilakukan guna meminimalkan dampak negatif dari industri ini terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

(ai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.