Rilis pers kasus narkoba di Green Sedayu Biz Park, Cakung, Jakarta Timur, yang dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian | Foto : Detiknews

PROGRES.ID, JAKARTA – Dalam kurun waktu delapan hari, 13 – 21 Januari 2017, pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan internasional penyelundupan narkotika dari tiongkok. Demikian yang terungkap hari ini (24/1/2017) pada rilis kasus narkoba di Green Sedayu Biz Park, Cakung, Jakarta Timur, yang dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Jumlah narkoba yang disita tergolong besar, yakni 106,3 kilogram sabu, 560 butir H5, dan 202.935 butir ekstasi. Penggerebekan ini terjadi di dua tempat terpisah, di Ruko Green Sedayu kawasan Cakung Jakarta Timur, dan Penjaringan Jakarta Utara.

“Ini termasuk salah satu yang besar untuk tahun ini. Sabu di atas 100 kilogram sudah besar sekali. Ini operasi yang panjang,” kata Kapolri Jenderal, Tito Karnavian, dikutip dari detiknews (24/1).

Ada 8 orang yang ditangkap dalam operasi, 3 di antaranya meninggal. “Ada dua tempat penangkapan. Tapi kita rilis di satu tempat. Jumlah pelaku ada 8 yang kita tangkap. Tiga meninggal dunia karena melawan pada saat ditangkap. Satu dari Hong Kong, 2 WNI,” lanjut Tito.

Di Cakung, polisi berhasil menyita 202.935 ribu butir ekstasi dari WCH alias DW (23). WCH yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal China terpaksa harus meregang nyawa ditembus timah petugas lantaran mencoba melawan.

Penangkapan WCH adalah pengembangan dari tertangkapnya dua pengedar narkoba, AR (36) dan NK (46). Keduanya ditangkap di Tanjung Priok, Jakarta Utara. WCH kaki tangan Ari, residivis kasus narkoba yang kini ditahan di LP Salemba, Jakarta Pusat.

“Mereka sengaja memproduksi banyak. Sebab permintaan cukup tinggi. Bahan bakunya di selundupkan dari Tiongkok dan di Indonesia mereka hanya mencetak dengan sejumlah barang lainnya,” Ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, dilansir oleh Metrotvnews.com (24/1).

 

Narkoba yang disita tergolong besar, yakni 106,3 kilogram sabu, 560 butir H5, dan 202.935 butir ekstasi | Foto : Kompas

 

106,3 Kilogram Sabu Dalam Panel Listrik.

Masih dari Green Sedayu Biz Park (24/1), pada press release ini juga diungkapkan keberhasilan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dalam mengungkap penyelundupan sabu sebanyak 106,3 kilogram. Sabu ini juga diselundupkan dari negeri Tiongkok dengan modus dikemas dalam panel listrik atau mesin travo.

Pengungkapan kasus sabu ini bermula dari penembakan mati bandar narkoba bernama Bernhard (40) pada Rabu (18/1). Pada perkembangannya dari tangan Bernhard disita 10 Kg sabu, yang mengarah kepada tersangka A liong yang diketahui memiliki ruko di Jalan Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara.

“Santoso alias Aliong dibawa ke ruko tersebut, ditemukan barang bukti 95 bungkus sabu dengan berat 1 kilogram, berat total 95 kilogram, di ruko tersebut juga ditemukan 3 Unit panel listrik dalam kondisi rusak,” kata Nico, seperti dilansir oleh Kompas.com (24/1)

Seperti halnya WCH, A Liong juga terpaksa didor karena melawan saat diminta menunjukkan persembunyian Take, pengimpor sabu. Hingga saat ini, Pihak kepolisian masih memburu Take dan juga pengekspor sabu yang diduga dari di luar negeri. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.