Home / Berita Utama / Nasional

Sabtu, 27 Agustus 2016 - 18:14 WIB

177 Jemaah Haji Indonesia Belum Bisa Dipulangkan

Kabah, Saudi Arabia | Foto: Islamedia.id

Kabah, Saudi Arabia | Foto: Islamedia.id

PROGRES.ID, JAKARTA—177 jemaah haji yang berada di Filipina sudah dipindahkan ke Kedutaan Besar RI (KBRI) di Manila untuk segera dipulangkan ke Indonesia. Seperti yang dijleaskan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Muhammad Iqbal,terhitung Kamis (25/8/2016) kemarin 138 jamaah haji telah dipindahkan lebih dullu, selanjutnya disusul 39 jamaah yang lainnya yang telah berhasil dipindahkan pada Sabtu dini hari oleh Tim Perlindungan WNI KBRI Manila.

“Setelah 138 calon jamaan dipindah, malam tadi dengan kerja keras Tim Perlindungan WNI KBRI Manila 39 lainnya menyusul dipindahkan,” kata Muhammad seperti yang dikutip dari Sindonews saat dihubungi, Sabtu (27/8/2016).

Namun, menurut Iqbal, 177 warga Indonesia tersebut belum bisa dipulangkan karena masih dalam proses verifikasi yang dilakukan antara otoritas Filipina bersama tim KBRI Manila dan Kemlu. Disamping itu, Dubes RI di Manila juga terus mengupayakan agar proses itu bisa segera diselesaikan, sehingga 177 WNI dapat dipulangkan karena mereka hanya korban.

Baca Juga |  Lagi, Hacker Jebol 240 Miliar dari Server Electronic Art

Untuk diketahui, kasus ini bermula imigrasi Filipina tidak memberikan izin kepada 177 jamaah haji asal Indonesia serta menahan warga Indonesia tersebut di Bandara Ninoy Aquino, Manila karena menggunakan paspor Filipina palsu untuk pemberangkatan haji menggunakan kuota haji dari Filipina.

Seluruh calon jamaah haji tersebut menggunakan tujuh biro perjalanan diantaranya PT Taskiah, PT Aulad Amin, PT Aulad Amin Tours Makasar, Travel Shafwa Makasar, Travel Hade El Barde, KBIH Arafah, dan KBIH Arafah Pandaan.

Baca Juga |  Imbas Pandemi Corona, Pasar Saham Ambruk dan Banyak Perusahaan Dunia PHK Massal

Sementara itu, Otoritas Filipina akan membawa kasus 177 calon jamaah haji Indonesia yang memakai paspor palsu Filipina itu ke persidangan. Diduga kuat, kasus itu melibatkan sindikat kejahatan di Filipina. Dalam proses penyelidikan, Filipina sudah menahan lima warganya yang menjadi pendamping dari 177 calon jemaah haji Indonesia saat ditangkap di Bandara Ninoy Aquino, Manila, awal pekan ini.

Dikutip dari Suara Pembaharuan Wakil Duta Besar RI di Manila, Ade Petranto, mengatakan pejabat dari Kementerian Kehakiman Filipina dijadwalkan akan berkunjung ke KBRI pada Selasa (30/8) untuk melihat kondisi 177 WNI.

“Dengan demikian diperkirakan hingga tanggal tersebut para WNI belum dapat dipulangkan,” katanya.(dsy)

Share :

Baca Juga

Mendagri melantik pj gubernur

Berita Utama

Mendagri Tito Karnavian Lantik Robert Simbolon Jadi Pj Gubernur Bengkulu
longsor

Berita Utama

Longsor di Rimbo Recap, Rusak IPAL Komunal, 2 Rumah Terancam Ambruk
Jangan Berhenti di sini

Berita Utama

Stay at Home,12 Band Indie Bengkulu Ciptakan Lagu Bangkit Lawan Covid-19
supermoon

Berita Utama

Supermoon Terbesar Abad 21 Akan Terjadi Tahun 2034

Berita Utama

Kembangkan Potensi Kopi Bengkulu, Presiden AVPA Apresiasi Gubernur Rohidin
Partai Solidaritas Indonesia

Berita Utama

PSI Janji Tetap Perjuangkan Suara Rakyat Meski Tak Masuk DPR
Vicon Gubernur

Berita Utama

Didesak Transparan Soal Identitas Pasien Corona, Begini Jawaban Gubernur Rohidin
Pengibar bendera

Berita Utama

Upacara HUT RI, Paskibraka Asal Bengkulu Rianto Fajriansyah Sukses Kibarkan Bendera Merah Putih di Istana
error: Konten ini dirpoteksi !!