Ada 43.400 Media Daring, yang Terverifikasi Dewan Pers Baru 200

September 7, 2018
Featured 0   170 views 1
Seminar Dewan Pers Bakti

Ratna Komala saat mengisi seminar di Hotel Xtra, Bengkulu (Foto: Dok. Kominfo Seluma/PROGRES.ID)

PROGRES.ID, BENGKULUKetua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Perusahaan Pers Dewan Pers Ratna Komala menyebutkan, ada 43.400 media daring (online) yang saat ini berkembang di Indonesia dan angka itu terus tumbuh. Namun, Ratna menyebut hanya 200 media daring saja yang baru terverifikasi Dewan Pers.

“Ada 43 ribu media daring, tapi yang terverifikasi baru 200,” ungkap Ratna Komala pada seminar bertajuk “Penguatan dan Pemberdayaan Ekosistem Pers Melalui Ketersediaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Informasi”, di Seluruh Indonesia, yang merupakan kerjasama Dewan Pers dan BAKTI di Hotel Xtra, Bengkulu, Kamis (06/09/2018).

Ia menyebutkan juga, saat ini juga terdapat sekitar 2.000 media cetak, 523 televisi (termasuk televisi lokal) dan 674 radio di Indonesia.

“Jumlah ini terus tumbuh. Terutama media daring atau online, pertumbuhannya cepat sekali. Dan munculnya media-media baru ini tidak bisa diredam dan memang tidak  boleh diredam. Undang-Undang mengamanatkan tumbuhnya media baru tidak boleh diredam,” jelasnya lagi.

Ratna mengimbau pemilik media untuk dapat proaktif memenuhi ketentuan-ketentuan yang sudah diatur oleh pemerintah dan Dewan Pers.

“Makanya verifikasi itu penting bagi media untuk meningkatkan kredibilitas, kemudian wartawan atau jurnalisnya juga harus diikutkan uji kompetensi, agar tersertifikasi,” ucapnya.

Menurut Ratna saat ini sudah banyak masyarakat yang jenuh dengan banyaknya informasi di media sosial yang jelas buka produk jurnalistik.

“Orang akan mencari pembenaran di media arusutama (mainstream). Media-media yang penyebar hoax atau berita yang sumbernya tak jelas di media sosial lama-lama juga tidak dipercaya, media yang konsisten menyampaikan fakta dan berimbang serta mematuhi kaidah jurnalistik tetap akan dicari,” paparnya.(red)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.