Bupati dan Plt. Sekda Kabupaten Nias Selatan Memberikan bunga dan mencium pasangan masing-masing | Foto : Humas Nisel

PROGRES.ID, NIAS SELATAN – Aksi ciuman massal PNS Nias Selatan sejatinya sudah berlalu, yakni pada saat Hari Kasih Sayang (Valentine), 14 Februari 2017. Namun beberapa hari belakangan, semakin ramai dibicarakan di dunia maya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan sudah menurunkan tim untuk mengecek kabar tersebut.

“Kami sudah meminta tim satu orang dari Kanwil untuk ke sana, menanyakan dulu pertimbangannya apa. Apakah ini sudah menjadi ritual tahunan atau tidak,” ujar Tjahjo, dilansir oleh Detiknews (20/2/2017).

Menurut Tjahjo, seharusnya ciuman massal tersebut tidak perlu dilakukan.

“Untuk budaya timur seharusnya tidak perlu ya. Walaupun itu sudah menjadi konsensus di Pemda ya. Meskipun masing-masing daerah punya tradisi, misalnya, tapi kalau hal-hal yang bersifat personal apakah dia harus begitu,” jelas Tjahjo.

Seperti diketahui, Heboh kabar mengenai ciuman massal ini merebak sejak 14 Februari lalu (hari valentine -red). Foto tersebut bermula dari posting yang diunggah akun fanpage resmi yang dikelola Humas Pemkab Nias Selatan (Nisel). Dari penuluran Progres.id (20/1), ada lebih dari 37 foto yang diunggah oleh humas Nisel terkait acara tersebut.

Disebutkan bahwa mereka yang ada di dalam foto tersebut merupakan pasangan suami-istri yang sama-sama bekerja di Pemkab Nias terkait dengan hari Valentine.

“Pasangan Suami-Istri (Pasutri) yang bekerja sehari-sehari sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menerima bunga valentine day dari Bupati Nias Selatan, Dr. Hilarius Duha,SH.,MH., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Yustina Hilarius Duha bersama Plt. Sekda Ir. Ikhtiar Duha,MM. dan Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Martina Ikhtiar Duha.” Demikian tulis Humas Nias Selatan (Nisel) pada 14 Februari.

Pembagian bunga kepada pasutri oleh Bupati Nias Selatan | Foto : Humas Nisel

Diberitakan, Pembagian bunga tersebut dilaksanakan seusai apel pagi di Halaman Kantor Bupati Nias Selatan. Bupati Nias Selatan memberikan setangkai bunga valentine day kepada Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Yustina Hilarius Duha, yang merupakan istrinya. Bupati kemudian memperikan kecupan di pipi kanan kiri kepada istrinya.

Demikian juga Plt. Sekda Kabupaten Nias Selatan memberikan bunga kepada sang istri yang sekaligus menjabat sebagai Ketua DWP, Ny. Martina Ikhtiar Duha. Sekda dan istrinya juga melakukan kecupan di pipi kanan dan kiri.

Menurut humas protokol Nisel. tujuan dari yakni agar para pasutri yang berstatus PNS di Pemkab Nisel semakin harmonis. Selain itu juga, bunga yang dibagikan Hilarius Duha adalah hasil kerajinan tangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Selatan dan bahannya terbuat dari barang-barang bekas yang telah diolah menjadi bunga dan hasilnya lebih cantik.

“Melalui Perayaan valentine day pada tahun ini semoga pasutri PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan semakin bahagia dan harmonis.” Tulis tim liputan humas protokol Pemkab Nias Selatan

Pasangan pasutri yang berstatus PNS di lingkungan Pemkab Nisel | Foto : Humas Nisel

Diwartakan Tribun Medan (20/1), salah satu pasangan PNS yang melakukan ciuman massal tersebut adalah Amsarno Sarumaha dan istrinya Lisrika Hura. Yang oleh Netizen, disebut sebagai ciuman paling Hot.

Amsarno byang ditemui di kediamannya, jalan Diponegoro Kecamatan Teluk Dalam, Nias Selatan, dilansir wartanias.com Minggu (19/02), menjelaskan bahwa dia hanya mencium kening dan pipi istrinya serta ciuman itu menurutnya sah-sah saja.

“Yang saya cium kan istri saya. Bukan istri orang lain atau perempuan lain. Kok banyak yang keberatan,”ujarnya.

Pasangan pasutri PNS dengan ciuman paling ‘hot’ | Foto : @Seruan Hulu

Namun, foto-foto tersebut kemudian terlanjur menyebar setelah dibagikan beberapa pengguna facebook, hingga menjadi viral. Ditambah pula ada salah satu foto yang memperlihatkan sepasang PNS pasutri yang berciuman bibir. Sebagian besar netizen memberikan komentar negatif, namun sebagian berusaha tetap berfikir positif. Beberapa netizen menyayangkan hal ini dilakukan di muka umum, meski yang dicium nyatanya adalah pasangan yang sah.

“Astaghfirullah… Tidak sepatutnya, suami istri melakukan hal tersebut di depan umum. Padahal kasih contoh dengan mencium tangan suami nya aja itu udah lebih dari cukup.” komentar salah seorang netizen, Sony Gerryhydro Juniarto, di fanpage humas Nisel.

Sedangkan beberapa netizen mencoba tetap menyikapi hal tersebut dengan pikiran positif.

“Semua kita pertimbangkan atau perhitungkan dulu, manfaat nya, caranya, situasi nya, budaya nya. Tidak apa-apa kalau hasil akhir menjadi berkat dan motivasi ke yang baik.” Tulis akun Eliezeri Waruwu. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.