Home / Berita Utama

Kamis, 18 Juli 2019 - 17:46 WIB

Anggota DPR AS Kritik Rencana Facebook Keluarkan Mata Uang Kripto

CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan presentasi di San Jose, California (foto: AP via VOA Indonesia).

CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan presentasi di San Jose, California (foto: AP via VOA Indonesia).

Mark Zuckerberg

CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan presentasi di San Jose, California (foto: AP via VOA Indonesia).

PROGRES.ID – Anggota DPR Amerika mengkritik Facebook secara tajam hari Selasa (16/7) dalam sidang dengar pendapat terkait rencananya untuk menciptakan mata uang digital baru, dan mereka acap kali merujuk pada apa yang mereka sebut sebagai kegagalan perusahaan media sosial ini untuk melindungi informasi penggunanya.

Anggota Komite Perbankan Senat bertanya kepada David Marcus, kepala proyek Libra Facebook, bagaimana perusahaan akan digunakan untuk menciptakan Libra, sebuah mata uang kripto yang oleh Facebook digambarkan akan memungkinkan transfer dana lintas perbatasan dan murah.

“Facebook itu berbahaya. Saat ini Facebook mungkin tidak menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang berbahaya, namun mereka tidak respek pada kekuatan teknologi yang mereka mainkan, seperti anak balita yang memegang sekotak korek api ditangannya. Facebook telah menciptakan musibah berkali-kali dan berdalih bahwa setiap musibah itu sebagai sebuah pembelajaran,” kataSenator Sherrod Brown.

Baca Juga |  Download Formasi CPNS Pemprov, Pemkot dan 9 Pemkab di Provinsi Bengkulu 2018 Lengkap dengan Penempatannya

Facebook menjadi pusat kontroversi dalam beberapa tahun terakhir karena kegagalannya untuk melindungi informasi penggunanya dan menyaring informasi palsu, yang oleh para kritikus dikaitkan dengan interfensi Rusia dalam pemilihan presiden Amerika tahun 2016 dan kampanye genosida militer Myanmar terhadap kelompok minoritas muslim di negara tersebut.

Marcus meyakinkan anggota DPR bahwa Facebook akan teliti dalam menyiapkan peluncuran mata uang kripto itu.

“Adapun pola pikir, dimana kami mengembangkan produk dan privasi produk, adalah bahwa ini hanya akan mengumpulkan informasi yang diperlukan saja untuk menawarkan layanan, juga untuk menjaga keamanan akun, yang sudah tentu sangat penting karena berkaitan dengan uang, khususnya karena kami akan memiliki program perlindungan konsumen yang kuat.”

Baca Juga |  Taliban Dekati Kabul, Puluhan Ribu Warga Afghanistan Tinggalkan Rumah

Marcus memberitahun para anggota Senat itu bahwa Libra akan disupervisi oleh Asosiasi Libra, sebuah grup beranggotakan 100 orang dari profesi teknologi dan keuangan, dan Facebook hanya salah satu entitas yang akan ikut mengelola mata uang tersebut.

Menteri Keuangan, Steven Mnuchin memberitahu reporter hari Senin bahwa Facebook jalannya masih panjang sebelum Libra disetujui.

Facebook memperkenalkan Libra bulan lalu sebagai alternatif dari mata uang kripto yang sudah populer, bitcoin. Facebook berharap untuk meluncurkan mata uang tersebut pada tengah tahun pertama tahun 2020. (pd/jm)

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Cuaca Panas Ekstrem Landa Washington DC dan Wilayah Timur AS

Berita Utama

Rio Haryanto Finis Urutan 17, Rosberg Menangi GP Formula 1 Bahrain

Berita Utama

Afghanistan Dapat Jatuh Miskin Total pada Pertengahan 2022

Berita Utama

Seorang Perempuan Afghanistan Melahirkan dalam Penerbangan Evakuasi
Imelda Adams Instagram

Berita Utama

Karyanya Tampil di Akun Resmi Instagram, Begini Cerita Imelda Seniman Asal Cilegon

Berita Utama

Kasus Suap Mesin Garuda, Emirsyah Bantah Secara Tertulis

Berita Utama

Proses Transisi di Sudan Alami Kemajuan dan Kemunduran

Berita Utama

Pemimpin G-7 Akan Bahas Tenggat Penarikan dari Afghanistan