Home / Berita Utama / Internasional

Jumat, 13 Agustus 2021 - 19:22 WIB

Australia Cela China atas Penahanan Jurnalis Selama Setahun

PROGRES.ID –

Pemerintah Australia mengatakan, Jumat (13/8), bahwa mereka tetap merasa sangat prihatin dengan kesejahteraan seorang jurnalis Australia kelahiran China setahun setelah ia ditahan di China.

Menteri Luar Negeri Marise Payne memanfaatkan peringatan satu tahun penahanan Cheng Lei pada 13 Agustus untuk memberi tahu China bahwa Australia mengharapkan China mematuhi standar-standar dasar keadilan dan memberikan perlakuan manusiawi sesuai dengan norma-norma internasional.

”Pemerintah Australia tetap sangat prihatin dengan penahanan dan kesejahteraan Cheng dan secara reguler membahas masalah ini di tingkat pejabat tinggi,” kata Payne dalam sebuah pernyataan.

Menlu Australia, Marise Payne. (REUTERS)

Menlu Australia, Marise Payne. (REUTERS)

“Kami sangat prihatin karena telah satu tahun ditahan, tidak ada transparansi tentang alasan penahanan Cheng,” tambahnya.

Pada bulan Februari, China secara resmi menangkap jurnalis berusia 46 tahun yang bekerja untuk CGTN, saluran berbahasa Inggris dari China Central Television. Ia dicurigai memasok rahasia negara secara ilegal ke luar negeri.

Tuduhan tersebut, yang mengancam hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati, sangat tidak biasa bagi seorang karyawan outlet media yang dikontrol ketat oleh Partai Komunis China yang berkuasa. Dua anak Cheng, berusia 10 dan 12 tahun, tinggal bersama nenek mereka di kota Melbourne, Australia.

Asosiasi-asosiasi pers nasional Amerika Serikat dan Australia serta teman-teman dan rekan-rekan kerja Cheng di CGTN baru-baru ini menulis surat terbuka yang menyerukan agar ia segera dibebaskan.

“Penahanan Cheng Lei selama setahun adalah serangan terhadap jurnalisme dan HAM. Cheng adalah ibu tunggal dari dua anak. Anak-anaknya telah tinggal bersama nenek mereka di Australia tanpa mengetahui apakah mereka akan dipersatukan kembali dengan ibu mereka,” kata pernyataan US National Press Club.

“China telah mencoba untuk membuat Cheng menghilang, tetapi dunia tidak melupakan dia atau beberapa lusin wartawan lainnya yang dipenjara secara tidak adil di China,” tambah pernyataan itu.

Gambar file tak bertanggal dari video handout oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) / Alumni Global Australia pada 1 September 2020 menunjukkan jurnalis Australia Cheng Lei di lokasi yang tidak diketahui. (AFP)

Gambar file tak bertanggal dari video handout oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) / Alumni Global Australia pada 1 September 2020 menunjukkan jurnalis Australia Cheng Lei di lokasi yang tidak diketahui. (AFP)

Memburuknya hubungan bilateral yang dipicu seruan Australia agar dilangsungkan penyelidikan independen terhadap asal muasal pandemi virus corona, diduga banyak pihak menjadi penyebab penangkapan Cheng.

Sebulan sebelum Cheng ditahan, Australia memperingatkan warganya tentang risiko penahanan sewenang-wenang di China. China membantah peringatan itu sebagai disinformasi.

Sebelum dua jurnalis terakhir yang bekerja untuk media Australia di China meninggalkan negara itu pada bulan September, mereka diinterogasi oleh pihak berwenang China tentang Cheng. [ab/lt]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Tren Makan di Tengah Banjir Meningkat, Restoran Tepi Sungai di Thailand Kebanjiran Pengunjung
UU ITE

Berita Utama

Senin Ini Revisi UU ITE Diberlakukan, Ini 7 Poin Pentingnya
SMSI Bengkulu

Berita Utama

SMSI Provinsi Bengkulu Terbentuk, Ini Ketuanya

Berita Utama

Investor China akan Bangun Proyek Lithium Senilai $350 Juta di Sulawesi

Berita Utama

Indonesia Beli 6 Jet Latih T-50 Senilai Rp3,4 Triliun dari Korsel

Berita Utama

Duterte Terima Pencalonan Partainya sebagai Wakil Presiden

Berita Utama

Seorang Perempuan Afghanistan Melahirkan dalam Penerbangan Evakuasi

Berita Utama

Cuaca Panas Ekstrem Landa Washington DC dan Wilayah Timur AS