Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:51 WIB

Badai Akibatkan Banjir dan Longsor di Filipina, 9 Tewas

PROGRES.ID –

Badai tropis memicu tanah longsor dan banjir bandang saat menghantam ujung utara Filipina Senin malam. Para pejabat mengatakan, Selasa (12/10), sedikitnya sembilan orang tewas dan 11 lainnya hilang.

Lebih dari 1.600 warga dievakuasi dari rumah-rumah di beberapa kota yang dihantam oleh hujan deras dan angin yang menumbangkan pohon dan merobohkan tiang-tiang listrik.

Badai Tropis Kompasu terakhir dilacak berada di atas Laut China Selatan, sekitar 315 kilometer barat provinsi Cagayan dengan kecepatan angin 100 kilometer per jam dan hembusan 125 kilometer per jam, kata lembaga prakiraan cuaca pemerintah.

Empat warga desa tewas dalam dua insiden tanah longsor yang mengubur rumah-rumah mereka di sebuah kawasan pegunungan di provinsi Benguet, Filipina Utara, sementara seorang penjaga keamanan tersapu gelombang kuat saat memeriksa pelabuhan dan tenggelam di kota Claveria di Cagayan, kata sejumlah pejabat penanggulangan bencana.

Tim SAR membantu warga menavigasi banjir yang dipicu oleh Badai Tropis Kompasu di Brooke's Point, provinsi Palawan, Filipina barat daya, 12 Oktober 2021. (Penjaga Pantai Filipina via AP)

Tim SAR membantu warga menavigasi banjir yang dipicu oleh Badai Tropis Kompasu di Brooke’s Point, provinsi Palawan, Filipina barat daya, 12 Oktober 2021. (Penjaga Pantai Filipina via AP)

Di provinsi Palawan, Filipina Barat, empat orang tewas dan empat lainnya hilang akibat banjir bandang di kota Narra, yang diguyur hujan lebat musiman yang diperparah oleh badai.

Sejumlah personel garda pantai menyelamatkan warga-warga lanjut usia dan anak-anak yang terjebak di rumah-rumah yang terendam banjir, Senin, dan membawa mereka melintasi banjir di sebuah kawasan pinggiran kota Brooke’s Point di Palawan.

Sekitar 20 badai dan topan setiap tahun menerjang Filipina, yang juga terletak di Cincin Api Pasifik, sebuah wilayah yang sering dilanda gempa bumi dan letusan gunung berapi, sehingga menjadikan kepulauan di Asia Tenggara itu salah satu negara yang paling rawan bencana di dunia. [ab/uh]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

PON XX Papua Menggambarkan Kemajuan Bumi Cenderawasih
unjukrasa mahasiswa

Berita Utama

Polisi Tangkap 700-an Orang Sepanjang Aksi Tolak RKUHP

Berita Utama

Serangan Udara Amerika Sasar Anggota ISIS di Afghanistan
Pengibar bendera

Berita Utama

Babogi Ikalawang dan Bengkulu yang Catat Sejarah di Paskibraka
AS ‘Khawatirkan Pertumbuhan Pesat' di Gudang Senjata Nuklir China — BeritaBenar

Berita Utama

AS ‘Khawatirkan Pertumbuhan Pesat’ di Gudang Senjata Nuklir China
Rapid Test DPRD Provinsi

Berita Utama

Rapid Test di DPRD Provinsi Bengkulu, Hasilnya 2 Staf Setwan Reaktif

Berita Utama

Orang Tak Dikenal Lempar Bom Molotov ke Rumah Jurnalis Belanda

Berita Utama

Lebih 12.000 Migran Haiti Cari Suaka di Texas