Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 14 September 2021 - 15:46 WIB

Bank of China Didesak Setop Biayai Proyek Batu Bara

PROGRES.ID –

Aliansi 35 organisasi non-pemerintah, Selasa (14/9), meminta Bank of China (BoC) untuk menghentikan pembiayaan proyek-proyek pembangkit listrik tenaga uap batu bara di luar China daratan. Aliansi LSM tersebut meminta Bank of China untuk mendukung energi bersih dan terbarukan. Selama ini Bank of China merupakan investor kelas dunia dalam mendanai proyek-proyek pembangkit listrik tenaga uap batu bara.

Pernyataan tersebut dibuat dalam surat terbuka kepada ketua Dewan Komisaris Bank of China, Liu Liange, dan ditandatangani oleh kelompok-kelompok dari 13 negara di Asia, Afrika dan Eropa. Permintaan itu menambah kecaman yang berkembang terhadap China karena mendanai pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri, terutama sebagai bagian dari proyek Belt and Road Initiative mereka.

Belt and Road Initiative adalah kebjiakan yang digagas oleh Presiden China Xi Jinping pada 2013 untuk meningkatkan kerja sama banyak negara dari berbagai benua.

Sebelumnya, China telah mengatakan mereka akan menghormati hak masyarakat lokal untuk memutuskan jenis energi apa yang mereka butuhkan.

Total pembiayaan luar negeri Bank of China untuk proyek pembangkit listrik berbasis batu bara sejak perjanjian iklim Paris pada 2015 mencapai lebih dari $35 miliar. Angka tersebut merupakan angka terbesar dibandingkan investor mana pun di dunia, dan “tidak sesuai dengan ambisi perubahan iklim China,” kata surat itu.

Dikatakan lebih dari 130 lembaga keuangan telah memutuskan untuk membatasi investasi bahan bakar fosil, dan mendesak Bank of China untuk mengikutinya.

Bank of China menolak mengomentari surat itu. Presidennya Liu Jin mengatakan pada akhir Agustus bahwa bank akan “secara bertahap mengurangi” bagian dari total kredit yang diberikan untuk proyek-proyek batu bara selama periode 2021-2025, tetapi juga akan mengeluarkan lebih banyak pinjaman untuk peningkatan teknis di sektor ini.

Menurut penelitian yang dirilis pada Selasa (14/9) oleh think-tank Eropa E3G, 44 negara telah berkomitmen untuk “tidak ada batu bara baru”, dengan 1.175 gigawatt kapasitas tenaga batu bara dibatalkan sejak 2015. [ah/rs]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Israel Tangkap Dua Lagi Militan Palestina yang Kabur

Berita Utama

Taliban Tegaskan Warga Afghanistan ‘Bebas Pergi’

Berita Utama

China Nyatakan Siap Bekerjasama dengan Taliban

Berita Utama

Bahan Bakar Iran Tiba di Lebanon Hari Kamis

Berita Utama

PM Yunani, Presiden Turki akan Bahas Perkembangan di Afghanistan

Berita Utama

Cara Aneh nan Mudah Turunkan Berat Badan

Berita Utama

Libya Bebaskan Saadi Gadhafi, Putera Mantan Pemimpin Libya Moammar Gadhafi
logo toyota

Berita Utama

Toyota, Honda Menentang Rencana Penerapan Pajak Kendaraan Listrik AS