Bentuk Komunitas Peduli Untuk Selamatkan DAS Air Bengkulu

Mei 24, 2019
Featured Lingkungan 0   207 views 0
Komunitas DAS Air Bengkulu

Pertemuan yang digagas Komunitas Peduli DAS Air Bengkulu (Foto: Dok. Komunitas Peduli DAS Bengkulu)

BENGKULU, PROGRES.ID – Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Bengkulu yang alirannya melalui Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu kondisinya sudah kian kritis. Maka upaya penyelamatan harus segera dilakukan dengan langkah awal dibentuknya Komunitas Peduli DAS Air Bengkulu. Sejumlah akademisi, aktivis dan pecinta lingkungan, mahasiswa, dan berbagai individu lain dengan berbagai latar belakang ilmu tergabung dalam komunitas ini.

Koordinator Komunitas Peduli DAS Air Bengkulu, Joni Irawan mengatakan, terbentuknya komunitas ini tidak lepas dari kepedulian kawan-kawan terhadap DAS Air Bengkulu yang kondisinya kian kritis.

“Air DAS yang keruh sepanjang tahun itu saja sudah cukup bagi kita untuk mengindentifikasi, apakah sebuah aliran sungai itu baik atau tidak,” kata Joni, Jumat (24/5/2019).

Joni berujar, dengan terbentuknya Komunitas Peduli DAS Air Bengkulu, maka upaya penyelematan harus mulai dilakukan. Perlu diketahui komunitas ini yang tergabung didalamnya bukan dari kalangan aktifis ataupun pecinta lingkungan saja. Tapi juga akademisi mulai dari Kehutanan, Hidrologi, Arsitek, dan berbagai disiplin ilmu lainnya, advokat, serta individu-individu yang memiliki latar belakang ilmu berbeda-beda.

“Sejauh ini kita sudah mengumpulkan berbagai masukan sebagai langkah upaya penyelamatan. Sehingga nantinya dalam kerja-kerja penyelamatan DAS Air Bengkulu, tujuan dan sasaran serta strategi dapat dirumuskan secara sistematis. Dari sini juga kita bisa mengukur sejauh mana yang telah kita lakukan dalam upaya penyelamatan DAS nantinya,” tegas Joni.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan tetap saja terlebih dahulu harus ada penguatan secara internal kelembagaan atau komunitas. “Seperti transfer pengetahuan tentang DAS Air Bengkulu dengan beberapa metode. Kemudian penyadartahuan di lapangan, yang tentunya kegiatan harus bersentuhan langsung dengan DAS Air Bengkulu,” terang Joni.

Sementara itu, Akademisi dari Universitas Bengkulu, Dr. Ir. M. Faiz Barchia, M.Sc mengatakan, wilayah DAS Air Bengkulu sudah bisa dikategorikan rusak berat.

“Ini bisa dibuktikan dengan menurunnya daya dukung DAS terhadap hidup dan kehidupan didalamnya dari waktu ke waktu. Sehingga berdampak merugikan masyarakat secara ekonomi, sosial dan budaya,” terangnya.

Seperti ancaman banjir, kekeringan, serta pencemaran berat air dan tanah. Memang harus ada upaya penyelamatan yang kongkrit, dan harus segera dilakukan. “Seperti dengan pengelolaan DAS Air Bengkulu terpadu yang dalam perjalanannya tetap harus melibatkan berbagai pihak. Seperti Pemerintah Daerah dan sejumlah stakeholder terkait lainnya,” jelas Faiz.(rls)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.