BMKG Sebut Subduksi Lempeng Penyebab 2 Kali Gempa Bengkulu

April 10, 2016
Berita Utama Peristiwa 0   236 views 0

PROGRES.id, BENGKULU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, penyebab gempa yang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu pada Minggu (10/4/2016) pukul 09.14.34 WIB disebabkan subduksi Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Ini dijelaskan Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dayono via rilis resmi di akun Twitter @InfoGempa.

Baca: Gempa 5,9 SR Mengguncang, Warga Berhamburan
Baca: Gempa 4,8 SR Menyusul Berpusat di 84 KM Barat Daya Seluma

Dijelaskan Daryono dalam TwitLonger itu, guncangan gempa bumi ini dirasakan cukup kuat di Bengkulu dengan skala intensitas mencapai III-IV MMI, di Kepahiang III MMI, dan Seluma III MMI.

Berdasarkan informasi catatan peralatan akselerograf BMKG menunjukkan bahwa di Kota Bengkulu mengalami percepatan getaran tanah yang mencapai 0,031 g. Jika memperhatikan peta guncangan (shake map) tampak gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan.

Menurut Daryono, gempa tersebut merupakan kategori gempa tektonik dengan kedalaman hiposenter menengah. Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng. Posisi hiposenter gempabumi terletak di zona Benioff tepatnya pada bidang kontak antara Lempeng .

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust Fault) dengan kecenderungan strike yang berarah tenggara-baratlaut.

“Patut kita syukuri bahwa gempabumi Bengkulu yang berpusat di zona subduksi dengan mekanisme sesar naik ini berada di kedalaman menengah, sehingga tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami,”  tulis Daryono.

Setelah gempa bermagnitudo 5,8 SR ini, dikuti terjadinya gempa bumi susulan dengan kekuatan Magnitudo 4,8 dengan kedalaman 20 kilometer. Gempabumi susulan ini dirasakan di Bengkulu dalam skala intensitas II-III MMI.

“Kepada masyarakat Bengkulu dihimbau untuk tetap tenang dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa,”  pungkas tulisannya.(pid)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.