Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 15 September 2021 - 18:47 WIB

China Tegaskan Peran Penjaga Perdamaian PBB dengan Latihan Multinasional

PROGRES.ID –

China menegaskan perannya dalam operasi penjaga perdamaian PBB dengan menjadi tuan rumah latihan multinasional yang berakhir Rabu (15/9). Latihan selama 10 hari di provinsi Henan itu melibatkan sekitar 1.000 tentara dari China, Mongolia, Pakistan dan Thailand.

Mereka melakukan latihan pengawalan bersenjata, patroli keamanan, pembangunan pangkalan sementara, perlindungan sipil dan kontraterorisme.

Senjata, peralatan, dan fasilitas China berada di garis depan selama latihan itu. Fakta tersebut menegaskan posisi negara itu sebagai penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian di antara tujuh anggota tetap Dewan Keamanan PBB. China memiliki kekuatan militer terbesar di dunia dengan kemampuan yang semakin canggih untuk menantang Amerika Serikat, saingan strategis global utamanya.

Pasukan PBB dari Mongolia ikut serta dalam latihan "Shared Destiny 2021" di pangkalan pelatihan Operasi Penjaga Perdamaian Queshan di Kabupaten Queshan, provinsi Henan, China tengah, Rabu, 15 September 2021.

Pasukan PBB dari Mongolia ikut serta dalam latihan “Shared Destiny 2021” di pangkalan pelatihan Operasi Penjaga Perdamaian Queshan di Kabupaten Queshan, provinsi Henan, China tengah, Rabu, 15 September 2021.

Dalam sebuah simulasi latihan kontraterorisme, sebuah kendaraan bermuatan bom didorong menuju pangkalan PBB sementara para penyerang menembaki pasukan penjaga perdamaian dan melemparkan bom molotov. Latihan itu didasarkan pada insiden di mana pangkalan penjaga perdamaian China di Mali diserang.

China saat ini mengerahkan sekitar 2.500 tentara penjaga perdamaian yang ditugaskan di delapan misi terpisah.

Latihan itu dilakukan pada peringatan 50 tahun pengakuan Republik Rakyat China sebagai satu-satunya perwakilan rakyat China di PBB. Pengakuan ini mengakibatkan penyingkiran Taiwan dari keanggotaan PBB. Taiwan terus diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri yang dapat dikendalikan oleh kekuatan militer jika perlu.

Pasukan PBB China mengambil bagian dalam latihan "Shared Destiny 2021" di pangkalan pelatihan Operasi Penjaga Perdamaian Queshan di Kabupaten Queshan, provinsi Henan, China tengah, Rabu, 15 September 2021. (AP)

Pasukan PBB China mengambil bagian dalam latihan “Shared Destiny 2021” di pangkalan pelatihan Operasi Penjaga Perdamaian Queshan di Kabupaten Queshan, provinsi Henan, China tengah, Rabu, 15 September 2021. (AP)

Latihan itu juga berlangsung pada saat ketegangan berkepanjangan antara China dan India mengenai perbatasan mereka yang disengketakan dan ketidakpastian atas keamanan Afghanistan setelah pasukan AS dan asing lainnya menarik diri dari negara itu pada Agustus.

Negara-negara yang terlibat dalam latihan kali ini memiliki hubungan sangat dekat China. Pakistan adalah sekutu lama Beijing, sementara China dalam beberapa tahun terakhir telah mendekati Thailand melalui investasi dan kerja sama militer. Mongolia terjepit di antara China dan Rusia dan sangat bergantung pada tetangga selatannya itu untuk membeli sumber daya alamnya. [ab/uh]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Komnas HAM Dalami Kasus Pelecehan Seksual di Lingkungan KPI

Berita Utama

Tema Vaksinasi Dominasi Festival Dewa Gajah di India 

Berita Utama

Dubes AS di PBB Tegaskan Prioritas AS Jelang Sidang Umum PBB

Berita Utama

November, Pemerintah Berencana Izinkan WNA Masuk Indonesia
Gubernur rohidin trail adventure

Berita Utama

Hadiri dan Ikut Touring di JAM#3 Mukomuko, Gubernur Rohidin: Ini Promosi Daerah yang Luar Biasa
beyond skyline

Berita Utama

Ada 7 Film Halloween 2017 di FrightFest, Film yang Dibintangi Iko Uwais Ikut Diputar

Berita Utama

Bersiap Transisi dari Pandemi ke Endemi

Berita Utama

Kamis, Prabowo Siap ke Mahkamah Konstitusi