Home / Berita Utama / Internasional

Selasa, 24 Agustus 2021 - 23:48 WIB

Delta Memesan 30 Pesawat Airbus 321 Tambahan

PROGRES.ID –

Perusahaan penerbangan Delta, Selasa (24/8) menyatakan telah memesan 30 pesawat Airbus A321 ketika maskapai penerbangan itu hendak memastikan memiliki armada pesawat terbang yang kompetitif pasca-pandemi.

Pesanan yang bernilai sekitar 3,9 miliar euro ($ 4,6 miliar) berdasarkan harga pesawat itu, tetapi maskapai penerbangan biasanya menegosiasikan diskon yang cukup besar ketika memesan pesawat dalam jumlahbanyak.

“Tambahan pesawat ini memperkuat komitmen Delta untuk mengganti armada pesawatnya yang lebih tua dengan pesawat jet yang lebih efisien bahan bakar dan sekaligus menawarkan pengalaman terbang terbaik untuk pelanggannya di dalam industri ini,” Mahendra Nair, wakil presiden senior Delta untuk pesawat terbang dan teknologi, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Pembelian armada baru ini menjadikan total pesanan pesawat A321 Delta menjadi 155 pesawat. Pesawat Airbus A321 yang bertubuh langsing ini merupakan pesawat terbang generasi terbaru yang menjanjikan penghematan bahan bakar sekitar 20 persendibandingkan pesawat generasi sebelumnya.

Pandemi virus corona telah memukul industri penerbangan namun industri yang sangat kompetitif ini, dan sektor ini dihadapkan pada biaya bahan bakar sebagai faktor penentu persaingan yang utama. [mg/jm]

logo voa indonesia

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Gempa Haiti: 304 Tewas, 1.800 Luka-luka
Brebes Exit

Berita Utama

Media Asing Soroti Kemacetan Panjang di Brexit
Menteri baru kabinet kerja

Berita Utama

Ini 13 Menteri Baru Reshuffle Jilid II yang Dilantik Presiden Jokowi
Logo baru bawaslu

Berita Utama

Seleksi Bawaslu Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu, Ini 5 Anggota Timselnya
3 Paslon

Berita Utama

Akrab, Begini Selfie 3 Bakal Paslon Jelang Tes Kesehatan

Berita Utama

Tak Gunakan 1 Juta KTP, Ahok Maju Pilkada DKI Jalur Parpol
Peluncuran IKP 2020

Berita Utama

Luncurkan IKP, Bawaslu Sebut Provinsi Bengkulu 5 Besar Daerah Rawan Pilkada 2020
Presiden AS Donald

Bisnis

Puluhan Bisnis China Masuk dalam Daftar Hitam AS