Home / Berita Utama / Kesehatan

Selasa, 28 Juni 2016 - 17:25 WIB

Di Seluma, BPOM Temukan Antibiotik yang Diduga Palsu

Ilustrasi | Shutterstock via Kevinmd.com

Ilustrasi | Shutterstock via Kevinmd.com

PROGRES.ID, SELUMA – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu menemukan antibiotik yang beredar di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu yang diduga palsu. Jenis antibiotik itu yakni Biosat 1.5 dan antitetanus serum (equine) 1.500 IU.

Kepala BPOM Bengkulu, Arnold Sianipar mengungkapkan bahwa penemuan itu setelah BPOM melakukan inspeksi mendadak (sidak) setelah beredar pemberitaan temuan vaksin palsu di Jakarta.

Dikutip dari Okezone.com, antibiotik masih akan diteliti lebih lanjut secara primer dan sekunder. Disebutkan, dalam kemasan kotak berukuran kecil terdapat 10 ampoules. Ia mengatakan antibiotik itu ditemukan di dua lokasi berbeda dan BPOM sudahmenyita sekitar 45 ampoules.

Baca Juga |  Bangun Bengkulu, Asisten III Gotri Suyanto: Pemprov Butuh Dukungan Pemuda

”Dalam satu kotak berisi 10 ampoules. Semuanya sudah kami sita dan diamankan di Balai POM. Kalau vaksin palsu kami belum temukan,” kata Arnold, Selasa (28/6/2016).

Dikatakan Arnold, penjual mengaku baru sekitar 10 hari menjual antibiotik itu di kawasan Seluma. Antibiotik tersebut dibeli dari provinsi tetangga Bengkulu. Harganya dibeli Rp 85 Ribu per ampoules, kemudian penjual menjualnya ke konsumen dengan harga Rp 120 hingga Rp 140 Ribu per ampoules.

Biasanya, lanjut Arnold, per ampoules dijual dengan harga Rp 158 Ribu. “Kemasannya sangat mirip sekali dengan yang asli, meski begitu kami tetap harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya,” imbuh Arnold

Baca Juga |  Pokemon Go Resmi Meluncur di Indonesia

BPOM Bengkulu, lanjut Arnold, akan mengirim sampel antibiotik itu ke BPOM Jakarta untuk diteliti lebih jauh.

“Hari ini langsung kita kirim ke Jakarta guna diteliti lebih lanjut,” sambungnya.

Arnold menjelaskan bahwa antibiotik itu tak dijual secara bebas, namun dikhususkan untuk konsumen dokter praktik, klinik atau rumah sakit.

Antibiotik jenis tersebut biasanya berguna untuk mengobati luka bekas kecelakaaan, tetanus atau bekas karatan besi.

”Kami minta masyarakat jangan panik dulu dengan temuan ini, karena efeknya kita juga belum tahu pasti, kita tunggu saja hasil uji lab di Jakarta,” tandasnya.(pid)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

Gempa 5,9 SR Mengguncang, Warga Berhamburan
SpaceX Satelit Indonesia

Berita Utama

SpaceX Berhasil Luncurkan Satelit Merah Putih Milik Telkom ke Orbit

Berita Utama

Dinilai Berkomitmen Jaga Lingkungan, Walikota Helmi Hasan Terima Penghargaan Adipura dari Menteri LHK

Berita Utama

Polres Rejang Lebong Bekuk 3 Bandit Lintas Curup-Lubuk Linggau

Berita Utama

Nyanyian Rindu Peraih Medali Perak Untuk Andrea Hirata
CPNS

Berita Utama

Kemenag Umumkan Peserta Lulus Seleksi Administrasi, Ini Link Downloadnya!

Berita Utama

Sidang Perdana Digelar, Ahok Menangis di Depan Majelis Hakim
Joko Widodo

Berita Utama

Jokowi Klaim Indeks Pembangunan Manusia Meningkat dan Angka Pengangguran Turun
error: Konten ini dirpoteksi !!