Didesak Transparan Soal Identitas Pasien Corona, Begini Jawaban Gubernur Rohidin

Mei 10, 2020
Berita Utama Kesehatan 0   117 views 0
Vicon Gubernur

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melakukan video conference dengan kepala daerah lainnya di Provinsi Bengkulu (Foto: Media Center Pemprov)

BENGKULU, PROGRES.ID – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) didesak membuka identitas orang yang dinyatakan terkonfirmasi terjangkit SARS-Cov2. Ini setelah nama mantan Kapolda Bengkulu Irjen Supratman dan Kabid Humas Polda Bengkulu Sudarno tidak dibeberkan ke publik.

Sejumlah jurnalis yang mengaku sering beinteraksi dengan dua pejabat Polda Bengkulu itu mengaku kecewa dengan Gugus Tugas yang tidak transparan soal orang yang terjangkit. Untuk diketahui, di Provinsi Bengkulu tercatat sudah 37 kasus corona. Ada penambahan 23 kasus baru setelah hasil uji swab dari BBLK Palembang dirilis pada Jumat (08/05/2020).

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memberikan pendapat akan desakan masyarakat tersebut. Menurutnya, Pemprov Bengkulu dan Gugus Tugas sudah melakukan tugas sesuai Standard Operational Procedure (SOP).

“Semua sudah kita buka sesuai SOP yang berlaku. Tidak ada yang kita tutupi untuk kita bagi informasi ke masyarakat itu sendiri. Kita sudah usahakan yang terbaik terkait update info Covid-19. Jadi, mari kita bekerjasama untuk saling mendukung satu sama lain,” ungkap Gubernur Rohidin usai video conference bersama seluruh bupati/walikota dan seluruh FKPD kabupaten/kota dan provinsi di VIP Pola, Minggu (10/05/2020).

Ia menambahkan, mayoritas orang yang terkonfirmasi baru adalah tenaga medis, dan mereka sebelumĀ  dinyatakan positif Covid-19 sudah melakukan isolasi di Badan Diklat Provinsi Bengkulu sejak pertengahan Maret lalu.

“Jadi tidak ada guna juga mencari tahu alamat detail pasien, karena tenaga medis tersebut tidak berada di kediamannya jauh sebelum menangani pasien Covid-19 sebelumnya. Coba kita mulai sekarang untuk menghargai privasi keluarga pasien agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tegas Gubernur Rohidin.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni juga angkat bicara terkait desakan masyarakat akan keterbukaan data pasien positif covid-19. Herwan menyebutkan persoalan tersebut merupakan hal yang wajar dirasakan oleh masyarakat Provinsi Bengkulu saat ini.

“Kita sebagai manusia biasa tentu memiliki rasa cemas akan informasi terkait apapun mengenai pandemi saat ini. Tapi, jangan sampai berlebihan, hal ini bisa mengakibatkan miskomunikasi yang akan terjadi kedepannya nanti,” jelas Herwan.

Herwan berujar, miskomunikasi yang dimaksud bisa berbentuk munculnya data-data yang tidak valid sehingga memicu timbulnya hoax.

“Di sini kita selaku tim gugus tugas penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu akan terus bekerja dengan protokol komunikasi publik. Dimana kita tidak boleh membuka data pasien dengan lengkap. Yang boleh kita informasikan hanya berupa inisial, umur, jenis kelamin, hingga gejala yang dirasakan pasien tersebut. Untuk itu, seperti imbauan Gubernur tadi, kita tidak perlu memikirkan hal sejauh itu. Dengan fokus mengikuti anjuran tidak keluar rumah dan menghindari kerumunan, InsyaAllah kita bisa memutus mata rantai pandemi covid-19 secepat mungkin,” tutup Herwan.(rls/pid)

Update Covid-19 di Provinsi Bengkulu

TOTAL POSITIF

92

ORANG

Positif

TOTAL SEMBUH

25

ORANG

Positif

TOTAL MENINGGAL

2

ORANG

Positif

Sumber Data: Kementerian Kesehatan & JHU melalui API Kawal Corona Baca disini untuk pasang di WordPress

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.