Home / Berita Utama / Internasional

Rabu, 21 September 2016 - 05:22 WIB

Dinilai Mampu Tangani Pencurian Ikan, Menteri Susi Dapat Penghargaan WWF-Internasional

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapat penghargaan Leaders for a Living Planet Awards dari WWF-Internasional yang diserahkan langsung oleh Presiden WWF Internasional, Yolanda Kakabadse kepada Susi di WWF Building, Washington DC, Amerika pada Jum’at siang (16/9/2016). Foto : Humas KKP via Mongabay

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapat penghargaan Leaders for a Living Planet Awards dari WWF-Internasional yang diserahkan langsung oleh Presiden WWF Internasional, Yolanda Kakabadse kepada Susi di WWF Building, Washington DC, Amerika pada Jum’at siang (16/9/2016). Foto : Humas KKP via Mongabay

PROGRES.ID, WASHINGTON – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapat Leaders for a Living Planet Awards dari WWF-Internasional. Susi merupakan salah satu orang terpilih, karena sejak tahun 2000 hingga saat ini, setidaknya hanya ada 100 orang pemimpin di dunia dari berbagai organisasi yang mendapat penghargaan ini.

Situs berita lingkungan, Mongabay.co.id menyebut beberapa orang yang pernah mendapat penghargaan serupa diantaranya, mantan Sekjen PBB Kofi Annan, Menteri Perikanan Norwegia, the Vice-Premier of China dan Menteri Perairan Prancis. Sementara itu, tokoh Indonesia lainnya yang pernah memperoleh penghargaan ini adalah Dr. Emil Salim.

Susi mewakili pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dinilai berkomitmen dan konsisten memerangi pencurian ikan (Illegal, Unregulated and Unreported Fishing / IUU Fishing).  Tak disangka, kebijakan yang direalisasikan Susi berbuah apresiasi dunia.

Baca Juga |  Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka di Boyolali, Ini Target Pasarnya

Masih menurut tulisan situs berita lingkungan Mongabay, penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden WWF Internasional, Yolanda Kakabadse kepada Susi di WWF Building, Washington DC, Amerika pada Jumat siang (16/9/2016) waktu setempat. Acara itu bersamaan dengan acara Our Ocean Conference yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

“Ibu Susi Pudjiastuti telah mendedikasikan waktunya selama ini  untuk memberantas praktik perikanan yang tidak sah, mendorong pengelolaan perikanan berkelanjutan berbasis ilmiah, dan memperkuat kesehatan laut dengan memperluas jejaring kawasan konservasi perairan. Beliau adalah tokoh yang berjuang untuk melindungi kesehatan laut Indonesia,” ungkap Yolanda dalam siaran pers KKP dan dikutip Mongabay.

Baca Juga |  Polisi Selidiki Perampokan Sadis yang Sebabkan Enam Orang Tewas

Terpisah, Ketua Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia Kemal Stamboel mengaku bangga atas ketegasan Susi dalam memerangi praktik pencurian ikan di Indonesia dan ia mengatakan akan mendukung penuh atas upaya-upaya yang dilakukan Menteri Susi.

“Kami berbangga bahwa langkah tegas Ibu Susi Pudjiastuti  memerangi praktek perikanan yang tidak sah, tidak dilaporkan dan tidak diatur mendapat pengakuan global sebagai bagian dari upaya konservasi dalam menjaga dan menjamin keberlanjutan kekayaan laut Indonesia. Dukungan penuh akan selalu kami berikan agar Ibu Susi Pudjiastuti beserta seluruh jajarannya semakin memantapkan usaha ini termasuk untuk menambah luasan kawasan konservasi perairan dan pengelolaannya yang efektif,” ungkap Kemal di Jakarta.

Share :

Baca Juga

Kebakaran di Riau

Berita Utama

Asap Riau Rambah Singapura
presiden joko widodo

Berita Utama

Akhirnya Indonesia Evaluasi 75 Keanggotaan Organisasi Internasional
Kunjungan Sandiaga

Berita Utama

Kunjungi Bengkulu, Sandiaga Uno Blusukan ke Pasar Panorama dan Cuci Muka di Rumah Bung Karno

Berita Utama

Jakarta Berlakukan Car Free Night Pada Malam Pergantian Tahun Mendatang

Berita Utama

Biaya Haji 2017, 34,8 Juta
Anti hoax

Berita Utama

Dukung Polri, Warga Rejang Lebong Sepakat Tolak Hoax

Berita Utama

Terminal Bus Pulogebang Soflaunching; Pulogadung Untuk Angkot, Rawa Buaya Untuk Sumatera
Erdogan dan Mattis

Internasional

AS Prihatin Turki Beli Sistem Pertahanan Rudal Rusia
error: Konten ini dirpoteksi !!