Home / Berita Utama / Nasional

Jumat, 15 Februari 2019 - 14:31 WIB

Dipilih Jadi Tuan Rumah Tanwir Muhammadiyah Ke-II, Ini Penjelasan Haedar Nashir

Haedar Nashir menyampaikan sambutan pada pembukaan Tanwir Muhammadiyah II Bengkulu (Foto: Ist/PROGRES.ID)

Haedar Nashir menyampaikan sambutan pada pembukaan Tanwir Muhammadiyah II Bengkulu (Foto: Ist/PROGRES.ID)

BENGKULU, PROGRES.ID – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan beberapaalasan mengapa akhirnya Bengkulu dipilih sebagai lokasi tanwir Muhammadiyah kedua, setelah yang pertama digelar di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

“Tanwir Muhammadiyah ini kita selenggarakan di Kota Bengkulu setelah 2 tahun yang lalu kita menyelenggarakan tanwir yang pertama di Kota Ambon, Maluku yang juga dihadiri Bapak Presiden dan ditutup oleh Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia. Kami menyelenggarakan tanwir di Kota Bengkulu ini atas pertimbangan kota ini dan Provinsi Bengkulu punya sejarah lahirnya tokoh-tokoh Muhammadiyah dan tokoh bangsa,” ungkap Haedar saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Tanwir Muhammadiyah II di Kota Bengkulu, Jumat (15/02/2018).

Haedar Nashir

Haedar Nashir menyampaikan sambutan pada pembukaan Tanwir Muhammadiyah II Bengkulu (Foto: Ist/PROGRES.ID)

Ia menuturkan, tokoh-tokoh Muhammadiyah yang memiliki sejarah di Bengkulu ini seperti Hasan Dien, Fatmawati dan Soekarno.

Baca Juga |  Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak, Bupati Kepulauan Seribu: Ada yang Meledak di Pulau Laki

“Hasan Dien adalah Konsul Muhammadiyah tahun (19)39 sampai 1952. Dia juga pengusaha ternama dan ayah ibu negara, Ibu Fatmawati. Dan di Bengkulu ini pula selain Hasan Din dan Fatmawati, seorang Soekarno beberapa tahun di sini pernah menjadi Ketua Majelis Pendidikan dan Pengajaran Muhammadiyah,” tutur Haedar.

Baca Juga |  BMKG Revisi Parameter Gempa di Bengkulu Utara Jadi Mw 6,4

Tak hanya tiga tokoh tersebut, Haedar menyebut ada toko Tionghoa Muslim yang juga pendiri Persatuan Islam Tionghoa Indonesia bernama Kariem Oey juga tinggal di Bengkulu.

“Juga ada tokoh Tionghoa Muslim Karim Oey yang juga seorang pengusaha besar dan perintis, bahkan pendiri Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, juga tokoh Muhammadiyah, karena itu kami ingin mengenang jejak dan menyambung mata rantai para tokoh yang tidak hanya hadir untuk Muhammadiyah, tetapi untuk bangsa dan negara,” jelasnya.(pid)

Share :

Baca Juga

Kerusuhan AS

Berita Utama

Amerika Rusuh, Trump dan Gubernur Saling Tuding
GMC Gerhana Matahari Cincin

Berita Utama

1 September 2016, Gerhana Matahari Cincin Terlama Bisa Diamati dari Provinsi Bengkulu
Gubernur rohidin trail adventure

Berita Utama

Hadiri dan Ikut Touring di JAM#3 Mukomuko, Gubernur Rohidin: Ini Promosi Daerah yang Luar Biasa
Suku Bajau

Berita Utama

Inilah Film AS yang Bercerita Tentang Suku Bajau di Sulawesi yang Terancam Punah
presiden joko widodo

Berita Utama

Akankah Ibu Kota Tetap Pindah, Walau Jokowi Lengser?
Pabrik Mobil Esemka

Berita Utama

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka di Boyolali, Ini Target Pasarnya

Berita Utama

Sedang di Tempat Hiburan, Kasi Intel III Kejati Bengkulu Tertangkap OTT oleh KPK
Heri Budianto

Berita Utama

Heri Budianto: Waspadai “Politisi Instan”
error: Konten ini dirpoteksi !!