PROGRES.id, JAKARTA – Bagi wajib pajak yang belum melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan Pribadi tak perlu resah dengan ancaman denda. Pasalnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tidak akan mengenakan sanksi kepada wajib pajak yang melaporkan SPT lewat tanggal 31 Maret 2016.

Ini setelah Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-49/PJ/2016 tentang Pengecualian Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda Atas Keterlambatan Penyampaian SPT bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang Menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Elektronik. Dalam Keputusan itu disebutkan bahwa  pelaporan pajak diundur hingga 30 April 2016, padahal sebelumnya 31 Maret 2016.

Perpanjangan masa penyampaian SPT online ini setelah adanya kendala pada sistem pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi secara elektronik (e-filling dan e-SPT).  

“Berdasarkan keputusan Dirjen Pajak itu, maka wajib pajak orang pribadi yang menyampaikan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2015 secara elektronik setelah 31 Maret 2016 dan tidak melewati 30 April 2016 dikecualikan dari pengenaan sanksi administrasi berupa denda atas keterlambatan penyampaian SPT,” demikian bunyi pengumuman yang dikeluarkan Ditjen Pajak, Rabu (30/3/2016) seperti dikutip dari Metrotvnews.com.

Dirjen Pajak berharap, keputusan tersebut dapat membuat wajib pajak lebih leluasa melaporkan pajak secara elektronik hingga 30 April 2016 tanpa sanksi administrasi. Namun, jika lewat 30 April, sanksi akan diberlakukan.(**)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.