Home / Berita Utama / Gadget dan Teknologi

Selasa, 30 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Dongeng “Timun Emas” Mendunia Melalui Board Game, BEKRAF Aktif Mendorong Board Game Indonesia Mendunia

foto: Bekraf

foto: Bekraf

foto: Bekraf

PROGRES.ID, JERMAN – Booth Archipelageek di ajang pameran board game internasional, Essen Spiel 2018, menjadi lokasi bersejarah bagi industri board game Indonesia. Di booth tersebut penerbit game asal Indonesia Manikmaya Games melakukan penandatangan nota kesepahaman kerjasama lisensi dengan Blue Orange Games, penerbit board game internasional.

Kerjasama ini dilakukan dalam rangka menerbitkan game dari Manikmaya yang mengangkat tema dongeng Timun Mas.

“Tahun lalu kami bertemu dengan Eko Nugroho, CEO Manikmaya, dan kami tertarik dengan game itu. Bukan hanya pada gameplay-nya, tapi juga pada latar ceritanya,” kata Thierry Denoual, CEO dan Cofounder Blue Orange Games.

Blue Orange adalah penerbit game kelas dunia. Game terbitan mereka dijual di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Thierry mengatakan game Timun Mas pun nantinya akan dihadirkan di negara-negara tersebut.

Baca Juga |  Polisi Tangkap 700-an Orang Sepanjang Aksi Tolak RKUHP

Eko Nugroho, CEO Manikmaya Games, mengatakan pembicaraan dengan Blue Orange sudah dirintis sejak empat tahun lalu. Proses sampai akhirnya mereka percaya pada game Timun Mas adalah proses yang cukup panjang.

Joshua Puji Mulia Simandjuntak, Deputi Pemasaran BEKRAF, berpendapat bahwa langkah tersebut amat baik bagi industri board game Indonesia.

“Ini langkah pertama untuk board game Indonesia masuk ke pasar global. Kami berharap hal ini bisa menginspirasi pencipta board game di Indonesia, untuk melihat bahwa board game Indonesia punya kualitas masuk di pasar global,” ujarnya.

Joshua juga mengatakan, pencipta board game Indonesia harus percaya diri untuk mengangkat konten asli Indonesia ke dalam board game. Karena, menurutnya dunia selalu mencari sesuatu yang berbeda.

Baca Juga |  Miliki Rp 13,9 M, Patriana Sosia Linda Calon Walikota Bengkulu Terkaya, Ini Daftar Lengkapnya

“Pencipta boardgame Indonesia beruntung ada di Indonesia. Anda lahir di negeri dengan budaya yang bisa memberikan ribuan inspirasi, tinggal bagaimana Anda membawa inspirasi ini jadi sesuatu yang mendunia,” tuturnya.

Booth Archipelageek di Essen Spiel 2018 berlokasi di Hall 3, Q-106. Booth berukuran 66 m2 ini menghadirkan 24 judul game dari 7 penerbit asli Indonesia. Delapan dari judul itu dikedepankan sebagai unggulan di bawah label Indonesia Select, yaitu: Aquatico, Mahapatha, Mahardika, Orang Rimba, Smong, The Festivals, The Art of Batik dan Waroong Wars.(Rilis)

Share :

Baca Juga

Rapat kemenhub

Berita Utama

Perusahaan Australia Lirik Bengkulu Jadi Lokasi Pabrik Mobil Listrik
calon PPK

Berita Utama

KPU Rejang Lebong Pastikan Tes Calon PPK Bebas Calo

Berita Utama

Wartawati Palu Express Tewas Dicekik Suami Sendiri, Padahal Korban Tengah Hamil Muda

Gadget dan Teknologi

Hari Perempuan Internasional, Google dan Facebook ‘Berkompetisi’
Gordon Ramsay

Berita Utama

Gordon Ramsay di Sumbar: Blusukan, Kena Kotoran Kerbau, hingga ‘Tersiksa’ Makan Durian
Monitoring Center

Berita Utama

Apresiasi, Komisi I DPRD Kota Bengkulu Kunjungi Monitoring Center

Berita Utama

Penyanyi Dangdut Ridho Rhoma Ditangkap Terkait Sabu-Sabu
Jokowi dan Ma'ruf

Berita Utama

Politisasi Agama Berpotensi Memecah Belah Umat
error: Konten ini dirpoteksi !!