Anti hoax
Deklarasi Anti Hoax di Mapolres Rejang Lebong | Foto: Hasan Basri/PROGRES.ID

PROGRES.ID, REJANG LEBONG – Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, sepakat menolak berita bohong atau hoax. Kesepakatan ini dituangkan bersama pada deklarasi anti hoax di halaman Mapolres Rejang Lebong, Jumat (16/3/2018).

Deklarasi ini dihadiri Sekda RA. Denni, ketua MUI, Mahbrursyah, Waka II STAIN Curup, Hamengku Buwono, para ketua Ormas, tokoh masyarakat, pelajar dan mahasiswa.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, mengatakan, deklarasi anti hoax ini dilaksanakan secara serentak jajaran wilayah Polri. Dengan tujuan bersama-sama masyarakat untuk menciptakan kehidupan media sosial yang sehat.

“Ayo kita dukung bersama tugas polri dalam menindak tegas pelaku penyebar hoax, isu SARA dan menyebar kebencian,” tegas Yogi.

jurnalis
Kapolres saat berdiskusi dengan jurnalis di RL soal hoax | Foto: Ist/PROGRES.ID

Sesuai UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sanksi hukum bagi penyebar hoax adalah tujuh tahun penjara yang mengatur penyebaran hoax melalui fitnah, kebohongan dan isu SARA.

Saat ini, Polres Rejang Lebong sudah memiliki petugas khusus untuk melakukan patroli di media sosial. Untuk itu, masyarakat diharapkan supaya berhati-hati dan santun dalam menggunakan media sosial.(asb)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.