Home / Berita Utama / Internasional

Senin, 6 Juli 2020 - 08:56 WIB

Eropa Berhasil Tekan Lonjakan Pengangguran Akibat Pandemi Covid-19

Warga Inggris yang tidak setuju dengan hasil referendum harus keluar dari Uni Eropa, mulai sibuk mencari cara agar dapat mempertahankan haknya di Uni Eropa | REUTERS/Andrew Kelly via CNN Indonesia

Warga Inggris yang tidak setuju dengan hasil referendum harus keluar dari Uni Eropa, mulai sibuk mencari cara agar dapat mempertahankan haknya di Uni Eropa | REUTERS/Andrew Kelly via CNN Indonesia

Brexit

Warga Inggris yang tidak setuju dengan hasil referendum harus keluar dari Uni Eropa, mulai sibuk mencari cara agar dapat mempertahankan haknya di Uni Eropa | REUTERS/Andrew Kelly via CNN Indonesia

PROGRES.ID – Eropa menekan naiknya angka pengangguran yang disebabkan pandemi dengan beragam program dukungan pemerintah, tetapi itu tidak dapat menyembunyikan tekanan ekonomi yang meluas dan kecemasan di kalangan pekerja dan pemilik usaha kecil.

Kabar baik pertama adalah tingkat pengangguran di 19 negara yang menggunakan euro, naik tipis pada Mei, menjadi 7,4% dari 7,3% pada April, menurut angka resmi hari Kamis (2/7/2020). Pemerintah menggunakan program-program dukungan pasar tenaga kerja untuk melindungi dampak virus pada para pekerja. Sebagai perbandingan, tingkat pengangguran AS mencapai 13,3%.

Baca Juga |  Australia Resmi Adukan China ke WTO Soal Tarif Impor Jelai

Pemerintah Eropa membayar sebagian gaji pegawainya sebagai imbalan bagi perusahaan-perusahaan agar tidak memberhentikan pegawainya (PHK). Pemerintah juga mengerahkan serangkaian program pinjaman dan bantuan lain untuk pengusaha seperti Marco Chinappi, yang keluarganya mengelola Hotel Mayor berbintang tiga di Sperlonga, sebuah kota pantai Italia di pesisir Roma.

Sementara itu di China, Citigroup mengatakan hari Senin, langkah-langkah kegiatan bisnisnya menunjukkan “kelesuan pada saat produksi industri pulih” dan permintaan konsumen melemah.

Baca Juga |  Uni Eropa Masih Tunggu Rencana Inggris soal Kesepakatan Brexit

Pengamat ekonomi memperkirakan pemulihan ekonomi paling cepat kuartal ini, setelah produksi industri kembali positif pada bulan Mei, ketika itu tumbuh 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi itu didorong oleh pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi untuk membangun jembatan dan pekerjaan umum lainnya, strategi Beijing untuk memompa uang dengan cepat ke dalam perekonomian.

Pemerintah China berjanji membelanjakan dua trilyun Yuan ($280 miliar) untuk menciptakan 9 juta pekerjaan. Tetapi Beijing, ragu untuk menambah hutang yang sudah tinggi, seperti halnya Amerika, Jepang dan negara ekonomi utama lainnya yang mengumumkan paket stimulus $ 1 trilyun lebih. [ps/ii]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

airlangga Hartarto

Berita Utama

Airlangga Hartarto dan Pro Kontra Rangkap Jabatan
Militer RI

Berita Utama

Penembakan di Papua dan Perdagangan Gelap Amunisi
Ibukota baru

Berita Utama

Jubir Presiden: Pembangunan Ibu Kota Baru Tetap Dilanjutkan
Logo baru bawaslu

Berita Utama

Seleksi Penambahan Anggota Bawaslu Provinsi, Ini Timsel di Bengkulu
Gerhana bulan

Berita Utama

Akan Ada Gerhana Bulan Sebagian Pada 7-8 Agustus 2017 Ini
IJTI bengkulu

Berita Utama

Ditunjuk Jadi Ketua IJTI Bengkulu, Ini Program Herry Supandi
Teken SKB 3 menteri

Berita Utama

2.357 Koruptor Berstatus ASN Resmi Dipecat, 20 ASN di Provinsi Bengkulu
ka'bah

Berita Utama

Tercatat, 20 Jamaah Haji Indonesia Meninggal Dunia
error: Konten ini dirpoteksi !!