Home / Berita Utama / Gadget dan Teknologi

Sabtu, 11 Januari 2020 - 08:54 WIB

Facebook Kembali Tolak Batasi Target Iklan Politik

CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan presentasi di San Jose, California (foto: AP via VOA Indonesia).

CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan presentasi di San Jose, California (foto: AP via VOA Indonesia).

Facebook Indonesia

Kantor Facebook Indonesia (Foto: Liputan6.com)

PROGRES.ID – Facebook telah memutuskan untuk tidak membatasi iklan politik yang menarget kelompok orang tertentu, seperti yang dilakukan perusahaan iklan digital Google pada bulan November lalu dalam melawan informasi yang keliru.

Facebook juga tidak akan melarang iklan politik secara langsung seperti yang dilakukan Twitter pada bulan Oktober lalu dan tidak akan mengecek fakta iklan walau Facebook menghadapi tekanan untuk melakukannya.

Baca Juga |  Miliki Paspor Prancis, Gloria Natapraja Gagal Dikukuhkan Jadi Paskibraka

Sebagai gantinya, Facebook mengumumkan lebih banyak “fitur transparan” yang lebih terbatas, yang bertujuan memberi penggunanya lebih banyak kontrol atas seberapa banyak iklan politik yang dilihat. Facebook juga membuat perpustakaan iklan politik online lebih mudah digunakan.

Langkah-langkah ini tampaknya tidak dapat meredakan kritik, termasuk dari jajaran pimpinan perusahaan dan karyawannya, yang mengatakan Facebook memiliki pengaruh yang terlalu besar dan tidak memiliki batasan yang memadai terkait dampak pemilu dan demokrasi.

Baca Juga |  Aturan Baru WhatsApp Picu Pengguna Lirik Signal dan Telegram

Sejak musim gugur lalu, Facebook bersikeras tidak akan mengecek fakta iklan politik, sebuah langkah yang menurut para kritikus dapat memberi kebebasan bagi politisi untuk berbohong dalam iklan, yang tidak dapat dipantau dengan mudah oleh orang luar. CEO Facebook Mark Zuckerberg telah berulang kali menyatakan bahwa “percakapan politik adalah penting” dan Facebook tidak akan ikut campur dengan menetapkan batasan-batasan.[lj/uh]

Logo VOA Indonesia

Share :

Baca Juga

Gubernur Rohidin meninjau RSUD

Berita Utama

Meninggal Dunia, Gubernur Umumkan Seorang PDP di Bengkulu Dinyatakan Positif Covid-19
Menyerahkan dokumen ke pimpinan sidang

Berita Utama

Proyeksi APBD-P Provinsi Bengkulu 2019, Pendapatan Hingga Belanja Daerah Dipangkas
Gempa bumi Ambon

Berita Utama

Gempa Bumi Kuat Guncang Ambon, Puluhan Orang Meninggal Dunia
Pj Gubernur Robert Simbolon

Berita Utama

Pj Gubernur Pastikan Pelantikan Kepala Daerah Terpilih 26 Februari 2021

Berita Utama

Bank Indonesia Resmi Luncurkan Pecahan Rupiah Baru

Berita Utama

Selamat Tinggal, Yahoo !

Berita Utama

Tarif Listrik Daya 900 VA Naik Lagi Per 1 Maret 2017, PLN : Bukan Kenaikan, Tapi Pengurangan Subsidi
Linda Mirza

Berita Utama

DPP Belum Terbitkan SK, Kader Demokrat Bengkulu Arahkan Dukungan ke Linda-Mirza
error: Konten ini dirpoteksi !!