supermoon
Fenomena supermoon \foto:Universallifetools.com

PROGRES.ID – Fenomena supermoon masih akan muncul hingga 25 November 2016 mendatang. Walaupun di sejumlah wilayah di Indonesia gagal menyaksikan supermoon karena cuaca yang tak mendukung, namun pada tahun 2034 mendatang supermoon akan kembali terlihat dengan jarak yang lebih dekat.

Seperti yang dirilis Kompas.com, astronom komunikator dari Langitselatan, Avivah Yamani, mengungkapkan bahwa supermoon pada tahun 1948 dan besok hanya akan kalah dengan supermoon tahun 2034.

Supermoon teristimewa pada 15 November 2016 lalu jarak bumi dan bulan adalah 356.500 kilometer. Sedangkan pada tahun 2034 jarak bumi dan bulan hanya 356.448 kilometer. Meskipun perbedaan jarak tahun 2016-2034 sangat sedikit, supermoon pada saat itu akan menjadi supermoon terbesar pada abad 21.

“Supermoon 2034 cuma 0,2 persen lebih besar,” kata Avivah.

Sementara itu, Kepala Observatorium Bosscha, Hakim L. Malasan, mengatakan bahwa Supermoon sejatinya bukan peristiwa langka. Supermoon terjadi saat Purnama bersamaan dengan waktu perigee, saat Bulan berada di titik terdekat Bumi.

Untuk itu, supermoon memiliki pandangan berbeda dalam segi ilmu astronomi dan astrologi dan kaitanya dengan bencana. (dsy)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.