Home / Berita Utama / Edukasi

Selasa, 9 Agustus 2016 - 10:32 WIB

Full Day School Menuai Pro dan Kontra

Seorang siswa SD di Kepahiang berinisiatif memayungi gurunya yang baru tiba

Seorang siswa SD di Kepahiang berinisiatif memayungi gurunya yang baru tiba

PROGRES.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menggagas sistem sekolah seharian penuh atau yang dikenal dengan “Full Day School” untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta. Hal ini dilakukan agar anak mendapatkan pendidikan karakter secara formal dan keluarga secara maksimal.

“Dengan sistem Full Day School ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua mereka masih belum pulang dari kerja,” kata Mendikbud di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), seperti yang dikutip dari Kompas.com Minggu (7/8/2016).

Menurut Muhadjir, agar menghasilkan anak didik yang memilliki mental yang tangguh dan berdaya saing tinggi perlu didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten juga.

“Saya tidak akan mengutak-atik masalah sertifikasi guru. Namun, harapan saya, profesionalisme seorang guru juga harus ditingkatkan terus. Jangan ada guru yang tidak layak, tetapi tetap saja menuntut sertifikasi, bahkan prosesnya minta dipermudah,” katanya.

Baca Juga |  BPH Migas Bakal Tambah Kuota Solar Bengkulu 112,9 Kilo Liter

Sementara itu, restorasi pendidikan dianggap penting di level SD dan SMP untuk mengetahui sajauh mana perkembangan serta minat anak yang tentunya akan disalurkan dengan baik dari pihak sekolah, khususnya dari orang tua. Untuk jenjang SMA/SMK Muhadjir mengatakan akan mencari formulasi yang tepat agar memiliki keterampilan serta keahlian untuk menghadapi dunia kerja.

“Kondisi ini yang akan kami carikan solusi agar kesenjangan dalam pendidikan bisa diminimalkan,” ujarnya.

Namun, wacana tersebut masih akan disosialisasikan ke sekolah-sekolah secara intensif di pusat dan daerah terlebih dahulu agar nantinya bisa dibuatkan payung hukum dalam Peraturan Menteri (Permen).

Disamping itu, Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana mempertanyakan gagasan Mendikbud Muhadjir Effendy. Ia menilai banyak pihak sekolah yang belum siap jika harus menerapkan sistem sekolah seharian.

“Siapkah anak-anak kita dengan perubahan seperti ini, karena tentunya fasilitas yang disiapkan sekolah untuk sekolah sepenuh hari harus dilakukan pula,” kata Dadang dikutip dari Kompas.com Senin (8/8/2016).

Baca Juga |  Abaikan Seruan Boikot, Mariah Carey Tampil di Arab Saudi

Menurutnya, Komisi X perlu membentuk panja untuk menguji kesahihan konsep Full Day School.

Praktisi pendidikan, Itje Chodidjah melihat masih banyak isu lain yang seharusnya diperhatikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru Muhajir Effendy daripada menambah jam belajar menjadi satu hari penuh. Menurut Itje, persoalan seperti kualitas guru, penerapan kurikulum yang belum maksimal dan program guru pembelajar seharusnya diperhatikan dulu.

“Jadi menurut saya, terlalu tergesa-gesa disaat ini memunculkan isu sistem sehari penuh, ada persoalan yang lebih penting harusnya Mendikbud melihatnya,” kata Itje, dilansir dari Republika.co.id Senin (8/8/2016).

Itje mengatakan, dari perpektif anak sistem pembelajaran satu hari penuh sangat baik. Tapi dari perpektif yang lebih besar, sistem satu hari penuh jauh lebih kompleks. Ia mencontohkan, persoalan geografis akan menjadi salah satu kendala untuk menerapkan sistem ini.(dsy)

Share :

Baca Juga

Berita Utama

BMKG Sebut Subduksi Lempeng Penyebab 2 Kali Gempa Bengkulu
Darman

Berita Utama

Dijatahi 10 Kg, Bansos Rastra Awal 2018 Ini Gratis
Rohidin dan tenaga medis

Berita Utama

Pastikan Nakes Positif Corona Kondisinya Baik, Gubernur Rohidin Sambangi Lokasi Isolasi
Buaya

Berita Utama

Seorang Perempuan Florida Kedapatan Sembunyikan Anak Buaya di Dalam Celana

Berita Utama

Tim Inspektorat 5 Kejagung Kawal Proses Penggeledahan

Berita Utama

Atlet Mancanegara Ikut Meriahkan Triathlon Bengkulu Pada 22 Juli Mendatang

Berita Utama

Awak Kapal Tanker Asing Akui Pindahkan Minyak dan Langgar Sejumlah Ketentuan

Berita Utama

Aksi Bela Rakyat 121, BEM Seluruh Indonesia Desak Temui Presiden Jokowi
error: Konten ini dirpoteksi !!